Kukar – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkap nasib buaya yang memulangkan jasad balita korban tenggelam di Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara (Kukar) ke keluarganya. Buaya muara tersebut dikatakan tidak dievakuasi lantaran wilayah itu sudah menjadi habitatnya.
“Tidak ada evakuasi, karena Itu kan habitat buaya di sana. Sebelum kita ada mereka sudah ada duluan di sana dan karena sudah ada di situ agak susah mengevakuasinya,” jelas Kepala BKSDA Kaltim Matheas Ari Wibawanto, dikutip dari detikcom, Selasa (22l4/1/2023).
Ari mengatakan, Sungai Mahakam memang menjadi habitat binatang melata. Menurutnya, ada ratusan buaya dengan berbagai ukuran yang berada di perairan tersebut.
“Jumlahnya antara puluhan bahkan ratusan, karena di muara itu adalah habitatnya dan sebagai tempat beranak-pinak. Ukurannya juga bebagai macam,” terangnya.
Lebih lanjut Ari menekankan agar masyarakat setempat tetap waspada saat beraktivitas di lokasi khususnya di kawasan muara. BKSDA juga sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga.
“Kita sudah melakukan beberapa kali sosialisasi kepada masyarakat. Dan mereka sebenarnya sudah paham terkait itu. Karena ketika masyarakat membangun rumah di pinggir sungai, mereka sudah paham di sana ada habitat buaya,” ungkapnya.
Pihaknya juga telah memasang plang imbauan di lokasi-lokasi yang kerap menjadi wilayah habitat buaya. Hal ini demi mengantisipasi kasus penyerangan buaya terhadap manusia.
“Jadi masyarakat harus lebih hati-hati, terutama saat beraktivitas di pinggir sungai, sebab terkait buaya menjadi konsen kita juga karena satwa ini dilindungi,” tutup Ari.
Sebelumnya diberitakan, balita bernama Muhammad Ziyad Wijaya (4) yang hilang selama tiga hari usai tenggelam saat bermain di Sungai Mahakam, berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad balita itu berhasil ditemukan usai dibawa pulang seekor buaya.
Jasad korban ditemukan di Perairan Muara Jawa, Kutai Timur. Saat itu korban dibawa oleh buaya dari tengah sungai menuju ke tepi sungai dan telah ditunggu oleh pihak keluarga.
Adapun, jasad korban dipulangkan oleh buaya dengan kondisi tubuh yang masih utuh.

