Berkat Dukungan CSR PKT, Pendiri Ma’rifah Herbal Bisa Umrah dan Raup Puluhan Juta per Bulan

Bontang – Asma pemilik Ma’rifah Herbal mampu meraup keuntungan puluhan juta per bulan. Itu berkat penjualan produk andalannya, minyak gosok, menjangkau 32 kabupaten/kota di Indonesia dan Arab Saudi.

Semua yang didapat Asma saat ini tidak terlepas dari dukungan program CSR PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan kerja kerasnya.

“Alhamdulillah sampai saya bisa umroh sama suami,” ucapnya dihadapan para jurnalis yang berkunjung ke rumahnya, Rabu (29/6/2022).

Asma menceritakan, semua berawal dari hobinya yang gemar bercocok tanam di pekarangan rumahnya yang beralamat di Jalan RE Martadinata, Gang Mushala Al Yaqin, RT 11, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara. Kegigihan Asma menarik perhatian perusahaan raksasa, PKT.

Pada akhir 2016 Asma mendapatkan tawaran untuk menjadi mitra binaan PKT. Angin segar itu tidak disia-siakannya. Tahun berikutnya dirinya resmi menjadi mitra binaan, ditandai dengan sebuah nota kesepahaman antara Ma’rifah Herbal dan PKT.

Bantuan awal yang ia dapat berupa beberapa bibit tanaman obat keluarga. Dan pembuatan green house. Perlahan Asma dan Paku Alam, sang suami, menekuni usaha tersebut. Hingga akhirnya berkembang. Terbukti, kini Asma memiliki sebanyak 26 orang karyawan berbagai bidang usaha. Seperti katering, spa, kafe, dan lainnya.

BACA JUGA:  Berkat CSR PKT, Asma Bisa Umrah dan Raup Puluhan Juta per Bulan

Produksi pertama Ma’rifah Herbal adalah minyak gosok. Semua bahannya adalah tanaman herbal yang ia tanam. Cara meracik tanaman herbal menjadi minyak gosok didapat Asma dari moyangnya.

“Bibit pertama yang dikasih PKT itu dalam 9 bulan sudah bisa dipanen. Anggota Ma’rifah Herbal sekarang tidak hanya dari kalangan tetangga tetapi juga ada anggota PKK,” sebutnya.

Wanita berdarah Sulawesi Selatan kelahiran 1973 itu beserta tiga rekannya diberangkatkan ke Bogor untuk mendapatkan pelatihan pengembangan produk oleh PKT

“Di sana saya dapat pelajaran meramu, penyulingan minyak, cara mencampur minyak supaya wanginya enak. Kalau dulu baunya menyengat minyak gosok saya,” paparnya.

Kini, ada tiga minyak andalan Asma. Yakni minyak gosok, hair care dan minyak kemiri. Yang semuanya sudah terdaftar di Balai Besar POM.

BACA JUGA:  Dukung Pengembangan UMK Bontang, PKT Fasilitasi Sarana Khatulistiwa Expo 2022

“Awalnya bau minyak gosonya tengik (menyengat), setelah dari Bogor diajarkan cara penyulingan minyak, mencampur minyak dan lainnya sehingga aromanya jadi bagus,” bebernya.

Tidak main-main, dari tanaman herbal tersebut, perempuan yang juga guru SD Nurul Iman itu mampu meraup keuntungan puluhan juta setiap bulannya. Hingga ia mampu membeli sebidang tanah ukuran 10×27 meter seharga ratusan juta, yang kini ia jadikan sebagai taman obat herbal. Saat ini ada 200 lebih jenis tanaman yang ia miliki. Seperti tanaman pakis, nanas merah daun dewa, lidah buaya, dan lainnya.

“Kalau ada tanaman menarik saya liat di jalan saya ambil dan tanam, baru saya pelajari. Kalau keuntungan tergantung banyak orderan atau tidak. Tempat ini awalnya cuma sewa, alhamdulillah sekarang bisa dibeli Rp150 juta dua tahun lalu,” sambungnya.

Berbagai penghargaan pun pernah ia sabet, mulai dari tingkat kota sampai tingkat nasional. Yakni, penghargaan Siddhakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada 2020, piagam Paramakarya Penganugerahan Produktivitas pada 2021 dari Provinsi Kaltim, dan Piagam Siddahakarya dari Gubernur Kaltim pada 2020.

BACA JUGA:  Pemprov Kaltim Kerjasama dengan PKT Bangun Rumah Layak Huni di Bontang

“Sampai juru bicaranya Presiden RI pernah ke sini. Semua yang saya dapatkan, ini berkat bantuan dari PKT. Mulai dari bantuan bibit, pembinaan pelatihan pendampingan dan lainnya, semua di bantu PKT,” tutupnya.

PKT di Mata Pemerintah

Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyebut untuk bantuan yang diberikan kepada pemerintah maupun masyarakat sangat banyak dan tidak perlu lagi diragukan soal itu. “Beruntunglah Bontang punya perusahaan sebesar PKT. Maksimal dalam memberikan bantuan. Mitra binaanya juga banyak jadi pemerintah juga merasa terbantu,” sebutnya.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris menurutnya adanya PKT di Kota Bontang sangat memberikan manfaat. “Sangat bermanfaat, mitra binaanya juga mampu mempekerjakan warga lainnya yang ada di sekitarnya,” katanya.

%d blogger menyukai ini: