Banjir di Kutim Berpotensi Meluas, Ini Dua Kecamatan yang Diwaspadai

selisik
3 Min Read

Kutai Timur – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Hingga Kamis (11/12), enam kecamatan tercatat terdampak, yakni Karangan, Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, dan Bengalon.

Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim mengungkapkan potensi penambahan wilayah karena air di Muara Bengkal dan Muara Ancalong mulai meningkat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan kondisi di beberapa kecamatan masih fluktuatif.

“Kalau Muara Wahau dan Kongbeng sudah mulai berangsur-angsur surut. Telen ini juga masih mengalami kenaikan walaupun memang tidak signifikan,” jelasnya dilansir Kaltimpost.id.

Naim menambahkan, intensitas hujan yang masih tinggi menjadi penyebab lambatnya penurunan debit air. “Karena kondisi cuaca di sana ternyata hujan. Sehingga ini yang agak sedikit menghambat debit air itu turun,” ujarnya.

BACA JUGA:  Semarang Dikepung Banjir

Sementara itu, Kecamatan Batu Ampar juga dilaporkan mengalami banjir. Setidaknya tiga desa terdampak, yakni Desa Batu Timbai dengan 43 rumah terendam dan Desa Timbau Ulu sebanyak 120 rumah terendam, dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Sementara di Desa Telaga belum ada rumah yang terendam.

“Untuk Batu Ampar juga posisi sekarang sudah banjir dan kami juga sudah mengutus beberapa teman ke sana serta membawa logistik,” jelas Naim.

Ia mengatakan, enam kecamatan saat ini masih berstatus terdampak. Namun perkembangan terbaru menunjukkan air di Muara Bengkal dan Muara Ancalong mulai naik. “Informasi yang kita terima dari Muara Bengkal, Muara Ancalong sudah mulai naik. Berarti kalau memang itu terus naik akan bertambah jumlahnya,” katanya.

BACA JUGA:  Tangani Banjir, Pemkot Gandeng ITS Surabaya

Meski ada genangan, kondisi di dua kecamatan tersebut masih terkendali. “Muara Ancalong dan Muara Bengkal masih aman terkendali, walaupun ada genangan-genangan,” imbuhnya.

Terkait jumlah desa atau kelurahan yang terdampak, BPBD belum dapat merilis data lengkap. Begitu pun dengan jumlah jiwa yang terdampak.

“Kami belum bisa sepenuhnya meminta apa yang kita harap karena mungkin mereka juga masih melakukan evakuasi dan lain sebagainya di sana. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada data-data yang kita inginkan,” terang Naim.

Hal serupa juga terjadi pada data fasilitas umum yang terdampak. “Kita belum dapat datanya karena tim kita di sana masih sibuk dengan pengantaran logistik dan melihat kondisi banjir,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkab Kubar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Buntut Banjir di 4 Kecamatan

Naim menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan di Kutim cenderung meningkat dan berada di atas kondisi tahun-tahun sebelumnya. “Kita belum bisa memprediksi kapan kecamatan-kecamatan yang terdampak ini selesai banjirnya,” jelasnya.

Ia menegaskan BPBD Kutim tetap siaga menghadapi potensi perluasan dampak. “Kami siap antisipasi segala sesuatunya dengan mempersiapkan peralatan, logistik, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Share This Article