BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang meminta hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak dijadikan dasar untuk membandingkan sekolah negeri dan swasta.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan capaian TKA seharusnya digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di masing-masing sekolah.
“Semua sekolah merupakan bagian dari tanggung jawab kami. Yang penting bagaimana kualitas pendidikan dan pembelajaran terus ditingkatkan,” ujar Safa.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda. Prestasi siswa tidak selalu tercermin dari nilai akademik, tetapi juga dapat terlihat dari bidang seni, olahraga maupun keterampilan.
Ia mencontohkan SMPN 7 Bontang yang memiliki keunggulan di bidang seni. Sementara SMPN 2 Bontang memiliki dua siswa yang mendapat kerja sama dengan perusahaan di Paser dan dipastikan memperoleh kesempatan kerja setelah lulus.
Meski begitu, capaian TKA yang belum maksimal tetap perlu ditindaklanjuti. Sekolah diminta melihat bagian yang perlu diperbaiki, mulai dari metode pembelajaran hingga kompetensi guru.
“Kalau hasilnya belum sesuai target, lebih baik kita cari apa yang harus diperbaiki. Prestasi sekolah lain bisa dijadikan pemacu untuk meningkatkan capaian,” katanya.
Disdikbud Bontang selanjutnya akan mengevaluasi hasil TKA dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi masing-masing sekolah. Untuk pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP berikutnya, pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

