Bontang – Puluhan warga yang tergabung dalam Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) dan Forum Masyarakat Peduli Bontang mendatangi Kantor UP3 PLN Bontang di Jalan MT Haryono, Kamis (17/9/2026). Mereka memprotes pemadaman listrik bergilir yang dinilai masih terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam aksi tersebut, massa membawa dua tuntutan utama. Mereka meminta pemadaman listrik berakhir paling lambat 1 Oktober 2026 serta menuntut kompensasi atas kerugian yang dialami masyarakat akibat gangguan listrik.
Koordinator Lapangan Forum Masyarakat Peduli Bontang Taqiyuddin mengatakan kerugian yang dimaksud mencakup terganggunya kegiatan usaha hingga potensi kerusakan peralatan elektronik akibat listrik yang berulang kali padam.
“Kami juga akan buka posko aduan setelah demo ini untuk menghimpun kerugian masyarakat,” kata Taqiyuddin.
Ketua PHM Udin Mulyono mengatakan masyarakat datang untuk menyampaikan tuntutan karena pemadaman listrik telah berdampak terhadap berbagai aktivitas. Selain rumah tangga, kondisi tersebut disebut turut berpengaruh terhadap kegiatan pendidikan dan distribusi air bersih.
“Kami datang menuntut hak,” ujarnya.
Dalam orasinya, massa meminta PLN segera memberikan solusi terhadap persoalan pemadaman listrik yang disebut berlangsung selama berjam-jam.
Sejumlah peserta aksi juga mempertanyakan alasan pemadaman bergilir yang disebut berkaitan dengan gangguan pada interkoneksi jaringan Mahakam. Mereka meminta penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka.
“Keluar temui kami, kalau tidak kami bakar kantor PLN,” serunya.
Ketegangan sempat meningkat ketika sejumlah peserta melemparkan telur busuk ke arah kantor PLN Bontang. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kekecewaan dan simbol protes terhadap pemadaman listrik yang dirasakan masyarakat.
Setelah aksi berlangsung, perwakilan massa kemudian diterima untuk berdiskusi dengan jajaran pimpinan PLN Bontang. Namun, audiensi tersebut berlangsung secara tertutup dan awak media tidak diperkenankan mengikuti jalannya pertemuan.
Hasil pembahasan antara warga dan pihak PLN dalam audiensi tersebut belum diketahui secara terbuka.
Aksi berlangsung di tengah kondisi udara Bontang yang masih diselimuti kabut asap. Massa tetap bertahan menyampaikan tuntutan terkait pemadaman listrik yang belum kunjung berakhir.

