Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Penerbangan ke Pedalaman Kaltim Lumpuh

selisik
2 Min Read

Samarinda – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto menerangkan layanan penerbangan perintis, yang menghubungkan sejumlah wilayah pedalaman di Provinsi Kalimantan Timur terganggu akibat pekatnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membatasi jarak pandang.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas IA APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Kaltim, Senin, menyampaikan bahwa dampak karhutla tersebut sangat mempengaruhi operasional angkutan udara menuju rute-rute pelosok perbatasan.

Ia merinci bahwa jadwal penerbangan perintis yang saat ini ditangguhkan atau dibatalkan meliputi rute Samarinda (AAP)-Datah Dawai (DTD) pergi-pulang (PP), serta rute Datah Dawai (DTD)-Melalan Melak (MLK) PP.

BACA JUGA:  Kaltim Siaga Karhutla dan Kekeringan, Kasus ISPA Tembus 236 Ribu

“Untuk penerbangan perintis rute tersebut saat ini sedang terjadi pembatalan dikarenakan visibility below minima (jarak pandang di bawah batas minimum operasional) di Bandara Datah Dawai,” ungkap Kadek dilansir Antara.

Keputusan penundaan dan pembatalan penerbangan tersebut merupakan prosedur wajib yang diterapkan otoritas bandara dan maskapai demi memprioritaskan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat dari risiko fatal penerbangan.

BACA JUGA:  8 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan Polda Kaltim, Korporasi Mulai Dibidik

Meski sejumlah rute masih lumpuh, Kadek mengonfirmasi bahwa terdapat rute pedalaman yang kondisinya mulai kondusif.

“Rute Samarinda-Long Ampung (AAP-LPU) PP yang sebelumnya sempat mengalami pembatalan serupa, saat ini kondisinya sudah mulai membaik, sehingga sudah mulai dilakukan penggantian jadwal penerbangan dari pembatalan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, di tengah anomali cuaca dan kabut asap ini, UPBU APT Pranoto Samarinda tidak hanya fokus pada penanganan jadwal penumpang, tetapi juga bersinergi dalam upaya mitigasi bencana daerah.

Kadek menambahkan Bandara APT Pranoto direncanakan akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan operasi bom air atau water bombing untuk penanganan karhutla.

BACA JUGA:  Polda Kaltim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Karhutla di Kukar dan Berau

Operasi pemadaman udara menggunakan helikopter tersebut dijadwalkan akan berlangsung tanggal 7-11 September 2026.

Dukungan fasilitas bandara ini diharapkan pihaknya mampu mempercepat proses pemadaman titik api agar kualitas ruang udara Kaltim kembali normal dan konektivitas masyarakat pedalaman dapat pulih.

Share This Article