Mahakam Ulu – Ongkos angkut BBM subsidi menuju wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim), melonjak di tengah kemarau panjang. Biaya pengiriman yang sebelumnya Rp 700 ribu kini mencapai Rp 1 juta per drum.
Melansir detikKalimantan, Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan mengatakan distribusi BBM ke wilayah hulu semakin sulit dilakukan akibat keterbatasan akses selama kemarau. Kondisi tersebut turut membuat BBM semakin sulit dikirim ke wilayah Long Pahangai dan Long Apari.
“Betul, karena situasi yang sekarang ini kita tidak mempunyai akses yang memadai. Infrastruktur kita yang Long Apari belum ada,” ujar Angela, Minggu (6/9/2026).
Angela mengatakan persoalan akses turut berdampak terhadap biaya distribusi BBM subsidi. Ongkos angkut yang disediakan untuk membawa BBM dari Ujoh Bilang menuju wilayah hulu disebut tidak lagi sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan di lapangan.
“BBM di sana pun dan harga inflasi pasti tentu inflasi sangat tinggi dan BBM susah untuk dikirim ke sana. Karena pertama, ongkos angkut yang disediakan kan dari Patra Niaga ke APMS ini hanya Rp 700 ribu, sedangkan taksi yang dari Ujoh Bilang-Long Apari untuk mengangkut BBM tersebut Rp 1 juta,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, terdapat selisih ongkos pengangkutan sebesar Rp 300 ribu untuk setiap drum BBM subsidi yang dikirim. Angela menyebut selisih biaya tersebut membuat APMS di wilayah tersebut cukup berat untuk tetap melakukan distribusi.
“Jadi selisih harga ada Rp 300 ribu. Jadi APMS yang ada di sana agak berat untuk mengirim,” ungkapnya.
Pemkab Mahulu pun meminta kondisi tersebut mendapat perhatian dari Patra Niaga dan Pertamina. Angela berharap ada kebijakan khusus terhadap biaya distribusi agar BBM subsidi tetap dapat menjangkau masyarakat di wilayah paling hulu Mahulu.
“Jadi mohon dukungannya dari tentu saja Patra Niaga dan Pertamina melihat kondisi Mahakam Ulu seperti ini. Tolong diberikan kebijakan yang sebijak-bijaknya sehingga BBM sampai ke Mahakam Ulu,” pintanya.
Angela menekankan perhatian terutama diperlukan untuk memastikan distribusi BBM tetap menjangkau Long Pahangai dan Long Apari. Dua kecamatan tersebut menjadi wilayah yang paling sulit dijangkau di tengah kondisi kemarau saat ini.
“Tentunya di daerah Long Apari dan Long Pahangai sendiri,” tegasnya.
Angela kembali menegaskan ongkos angkut BBM subsidi mengalami kenaikan selama musim kemarau. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penyesuaian agar beban distribusi tidak sepenuhnya ditanggung APMS.
“Satu drum minyak subsidi angkutnya Rp 700 ribu. Di musim kemarau ini ongkos angkutnya menjadi Rp 1 juta per drum sehingga perlu biaya penyesuaian dari Pertamina,” pungkasnya.

