Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Bandara Sepinggan hingga 15 Ribu Orang per Hari

selisik
2 Min Read

Balikpapan – Momentum libur sekolah 2026 mendorong lonjakan pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Jumlah penumpang yang dilayani setiap hari kini mencapai hingga 15.000 orang atau meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan periode normal.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan sebelum memasuki masa liburan, jumlah penumpang yang dilayani berkisar antara 9.000 hingga 11.000 orang per hari. Namun, selama libur sekolah, angka tersebut mengalami peningkatan signifikan.

BACA JUGA:  Menparekraf Bentuk Satgas Penurunan Harga Tiket Buntut Tiket Pesawat Mahal

“Saat ini kita mencatat di 9.000 bahkan sampai dengan 15.000 penumpang per hari,” ungkap Iwan, Rabu (24/6/2026).

Lonjakan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi udara selama musim liburan. Bandara Sepinggan pun menjadi salah satu titik utama pergerakan penumpang di Kalimantan Timur.

Menghadapi peningkatan jumlah pengguna jasa penerbangan, pihak bandara memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan. Kesiapan tersebut mencakup sumber daya manusia, fasilitas pendukung, hingga prosedur operasional yang diterapkan selama periode padat penumpang.

BACA JUGA:  Soekarno-Hatta Dinobatkan Jadi Bandara Tersibuk di Asia Tenggara

“Dalam kondisi libur panjang maupun tidak, kita selalu mengedepankan kesiapan kita terkait dengan people, fasilitas, kemudian terkait dengan SOP. Kita sudah pastikan semuanya siap, termasuk SOP penanggulangan manajemen delay,” kata Iwan.

Selain menyiapkan fasilitas dan personel, manajemen bandara juga memberikan perhatian terhadap potensi keterlambatan penerbangan yang dapat terjadi akibat meningkatnya aktivitas penerbangan selama masa liburan.

BACA JUGA:  Bandara Internasional di Indonesia Tersisa 17 Usai Dihapus Kemenhub

Menurut Iwan, tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara tidak terlepas dari karakteristik wilayah Kalimantan Timur yang mengandalkan konektivitas antardaerah melalui jalur udara dan laut.

“Transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat karena mendukung mobilitas yang lebih cepat, terutama untuk perjalanan antarpulau,” ujarnya.

Share This Article