470 Gerai Koperasi Merah Putih di Kaltim Ditarget Beroperasi Akhir Tahun

selisik
3 Min Read

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan sebanyak 470 unit gerai koperasi desa atau kelurahan merah putih (KDMP) beroperasi pada akhir 2026 demi mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur Ronny Suhendra mengatakan secara keseluruhan, Kalimantan Timur menargetkan pembangunan 1.037 gerai KDMP menyesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada.

Namun, menurut dia, dalam kegiatan dialog di Samarinda, Kaltim, Selasa, pembangunan dilakukan secara bertahap karena setiap lokasi harus memenuhi persyaratan administratif maupun kesiapan lahan.

“Saat ini, pembangunan gerai telah mencapai 234 unit di seluruh Kalimantan Timur. Selain itu, hampir 200 gerai lainnya sedang dalam proses pembangunan,” katanya melansir Antara.

Menurut Ronny, hingga akhir 2026 ditargetkan sekitar 470 gerai telah berdiri dan siap melayani masyarakat.

BACA JUGA:  Peserta SPPI Asal Jatim Meninggal saat Latsarmil di Kaltim, Kodam VI/Mulawarman Dalami Penyebabnya

Sementara pembangunan pada tahap berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi daerah yang memiliki keterbatasan lahan.

Ia menjelaskan pada tahap awal pembangunan gerai diprioritaskan pada lahan dengan luas minimal 1.000 meter persegi.

Selanjutnya, pemerintah akan menyesuaikan desain dan pembangunan gerai untuk wilayah yang memiliki luas lahan lebih terbatas.

“Ke depan, akan ada penyesuaian terhadap lokasi-lokasi yang memang memiliki keterbatasan lahan, sehingga pembangunan gerai tetap dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing daerah,” jelasnya.

Ronny menegaskan penentuan lokasi pembangunan Gerai KDMP tidak dilakukan secara sepihak.

BACA JUGA:  Satu Peserta Kembali Meninggal, Total Korban Latsarmil SPPI Jadi Tiga Orang

Seluruh proses dilaksanakan melalui koordinasi antara koperasi desa/kelurahan, pemerintah kabupaten dan kota, serta instansi terkait agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

“Semua melalui proses yang diketahui bersama oleh koperasi maupun pemerintah kabupaten dan kota. Jadi, tidak serta-merta bangunan muncul begitu saja, tetapi melalui tahapan perencanaan dan verifikasi,” bebernya.

Melalui percepatan pembangunan Gerai KDMP, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap koperasi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, pengembangan usaha produktif, hingga memperluas akses pemasaran dan pemberdayaan pelaku usaha di desa maupun kelurahan.

Program KDMP di Kalimantan Timur, yang diinisiasi pada 2025, bertujuan memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi pedesaan dengan target pembangunan 1.037 gerai.

BACA JUGA:  Satu Peserta Kembali Meninggal, Total Korban Latsarmil SPPI Jadi Tiga Orang

Memasuki 2026, pembangunan fisik gerai dihadapkan pada tantangan lahan, sehingga pemerintah memperketat koordinasi dan verifikasi lokasi bersama instansi terkait.

Evaluasi berkala dan penyesuaian desain dilakukan untuk memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai regulasi dan mudah diakses masyarakat.

Hingga Agustus 2026, 234 gerai telah rampung dari target 470 unit, dengan 9.431 anggota, aset Rp11,4 miliar, dan omzet Rp7,31 miliar.

Ke depan, fokus bisnis akan diperluas dari perdagangan ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan tambang rakyat.

Share This Article