Bandara Tanjung Bara Kutim Mulai Layani Penerbangan Umum Pekan Ini

selisik
2 Min Read

Kutai Timur – Bandara Tanjung Bara di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai melayani penerbangan umum dengan rute Tanjung Bara-Balikpapan pada pekan ini.

Pengoperasian layanan tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat membuka Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha UMK dan non-UMK di Pelango Room Hotel Royal Victoria, Senin (20/7/2026).

Ardiansyah menyebut pengoperasian penerbangan umum dari Bandara Tanjung Bara merupakan hasil kerja sama PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Perhubungan.

BACA JUGA:  Menparekraf Bentuk Satgas Penurunan Harga Tiket Buntut Tiket Pesawat Mahal

Menurutnya, dibukanya akses penerbangan umum menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan konektivitas serta daya tarik investasi di Kutim.

“Pada pekan ini Bandara Tanjung Bara sudah mulai melayani penumpang umum dengan rute Tanjung Bara-Balikpapan,” ujar Ardiansyah.

Ia mengatakan akses transportasi udara yang semakin terbuka akan memudahkan mobilitas masyarakat dan pelaku usaha. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung masuknya investasi baru ke Kabupaten Kutai Timur.

BACA JUGA:  Bandara di Kaltim Sudah Terbangkan 211.254 Penumpang pada Agustus 2023

Selain pengoperasian penerbangan umum, Ardiansyah mengungkapkan PT KPC tengah melakukan kajian bersama sejumlah perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), terkait rencana pengembangan Bandara Tanjung Bara.

Kajian tersebut mencakup rencana perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway), serta pengembangan terminal agar dapat melayani pesawat berkapasitas sekitar 30 hingga 40 penumpang.

“Apabila pengembangan ini terealisasi, maka aksesibilitas Kutai Timur akan semakin baik dan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat investor,” katanya.

BACA JUGA:  Bandara APT Pranoto Samarinda Buka Rute Penerbangan ke Makassar

Ardiansyah menilai peningkatan konektivitas menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan dan pengembangan investasi di Kutim. Karena itu, pengoperasian Bandara Tanjung Bara diharapkan dapat memperkuat akses transportasi menuju daerah tersebut.

Share This Article