Marak Pencurian di Sekolah Swasta, Pemkot Bontang Kaji Bantuan CCTV pada 2027

selisik
2 Min Read

Selisik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan mengkaji rencana bantuan kamera pengawas (CCTV) bagi sekolah-sekolah swasta pada tahun anggaran 2027. Langkah ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keamanan lingkungan sekolah menyusul maraknya aksi pencurian yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan dinilai menjadi bahan evaluasi penting terkait sistem keamanan di lingkungan sekolah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan rencana tersebut akan diupayakan melalui anggaran sektor pendidikan. Namun, realisasinya tetap menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang saat ini masih berada dalam kondisi tekanan fiskal.

BACA JUGA:  Minimalkan Kendala Teknis, Disdikbud Bontang Siapkan Langkah Antisipatif TKA 2026

“Kami akan usahakan pengadaan CCTV ini. Namun, realisasinya tetap harus melihat kemampuan keuangan daerah, mengingat kondisi fiskal kita saat ini masih dalam tekanan,” ujar Neni, Senin (13/7/2026) kemarin.

Neni menjelaskan, Pemkot Bontang sebelumnya telah memasang CCTV di seluruh SD dan SMP negeri yang berada di kawasan perkotaan sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan sekolah. Namun, untuk sekolah-sekolah di wilayah pesisir belum seluruhnya terjangkau program tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan CCTV bukan satu-satunya solusi untuk mencegah tindak kriminal. Menurutnya, yayasan dan pengelola sekolah juga harus berperan aktif memperkuat sistem pengamanan internal, termasuk memastikan adanya petugas keamanan yang berjaga, terutama di luar jam belajar mengajar.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Pastikan Akses Setara Lewat Jalur Inklusi di SPMB 2026

“Jadi, Sekolah juga harus proaktif memperkuat sistem pengamanan internal mereka, termasuk memastikan adanya petugas keamanan yang berjaga, khususnya di luar jam belajar mengajar. Kita harus saling menjaga,” tegas Neni.

Diketahui, aksi pencurian kembali terjadi si SMK Maritim Indonesia yang berlokasi di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Tanjung Laut Indah, pelaku membawa kabur mesin las yang digunakan sebagai alat praktik siswa. Padahal, sekolah telah memiliki perangkat CCTV, namun belum sempat dipasang di area yang dinilai rawan.

BACA JUGA:  Pemerataan Pendidikan di Bontang Meningkat, Disdikbud Perkuat Pendataan

Sementara itu, di TK YPPI Bontang, pelaku mencuri enam unit kipas angin dan satu unit pengeras suara (speaker). Kamera pengawas sebenarnya telah terpasang di sekitar lokasi, tetapi tidak berfungsi karena mengalami kerusakan saat kejadian berlangsung. (*)

Share This Article