Selisik.id – Kebijakan baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang hanya memperbolehkan calon peserta didik memilih satu sekolah membawa dampak besar terhadap proses seleksi.
Di SMPN 1 Bontang, sejumlah pendaftar jalur afirmasi keluarga kurang mampu (gakin) harus tersisih karena tingginya persaingan, tanpa memiliki kesempatan berpindah ke sekolah lain sebagaimana mekanisme pada tahun sebelumnya.
Pada pelaksanaan SPMB tahun lalu, peserta masih dapat memilih hingga tiga sekolah tujuan. Jika tidak lolos di pilihan pertama, sistem akan mengalihkan peserta ke pilihan berikutnya. Namun pada tahun ini, peserta hanya dapat menentukan satu sekolah tujuan sejak awal pendaftaran. Konsekuensinya, peserta yang tidak lolos seleksi otomatis tidak tercatat pada sekolah lain.
Di SMPN 1 Bontang, jalur afirmasi menjadi salah satu jalur yang paling diminati masyarakat. Seluruh kuota yang disediakan, yakni sebanyak 30 kursi, terisi penuh.
Panitia SPMB Bidang Humas SMPN 1 Bontang, Hermi, mengatakan perubahan sistem tersebut membuat peserta harus lebih cermat dalam menentukan sekolah tujuan.
“Kalau tahun lalu masih bisa terlempar ke pilihan kedua atau ketiga ketika tidak lolos di pilihan utama. Tahun ini tidak ada mekanisme itu, sehingga yang tidak masuk dalam daftar penerimaan otomatis belum terdaftar di sekolah mana pun,” jelasnya.
Menurut Hermi, aturan baru tersebut memang memberikan kepastian data sejak awal proses seleksi. Namun di sisi lain, risiko peserta gagal memperoleh kursi sekolah negeri juga menjadi lebih besar apabila memilih sekolah dengan tingkat persaingan tinggi.
Meski demikian, kesempatan untuk masuk sekolah negeri masih terbuka melalui tahapan seleksi berikutnya. Peserta yang belum berhasil pada tahap pertama masih dapat mengikuti jalur lain yang akan dibuka dalam waktu dekat.
“Kita mengimbau orang tua dan calon siswa untuk terus memantau informasi resmi SPMB, terutama terkait pembukaan jalur prestasi akademik jadi peluang berikutnya untuk memperoleh kursi di SMPN 1 Bontang,” tandasnya.

