Selisik.id – Sebanyak 124 peserta dinyatakan lolos tes tertulis Seleksi Pengadaan Guru Pengganti Kota Bontang 2026. Mereka selanjutnya akan mengikuti tahap micro teaching untuk menguji kompetensi mengajar di hadapan tim penilai.
Ratusan peserta tersebut merupakan hasil penyaringan dari 284 peserta yang mengikuti ujian tertulis berbasis Computer Based Test (CBT). Hasil seleksi diumumkan melalui Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Nomor 400.3.10/326/DISDIKBUD/2026 yang ditandatangani Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, pada 10 Juni 2026 kemarin.
Berdasarkan hasil seleksi, formasi Guru Kelas SD menjadi kategori dengan jumlah peserta lolos terbanyak. Sebanyak 40 orang dari total 71 peserta yang mengikuti tes tertulis berhasil melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Sementara itu, formasi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mencatat tingkat kelulusan yang cukup tinggi. Dari 18 peserta yang mengikuti tes, sebanyak 14 orang dinyatakan lolos.
Selain itu, peserta yang berhak mengikuti micro teaching terdiri atas Guru Kelas TK sebanyak 7 orang, Guru Pendidikan Agama Islam 11 orang, Guru Pendidikan Agama Kristen 8 orang, Guru Matematika 3 orang, Guru IPA 4 orang, Guru IPS 6 orang, Guru PPKn 5 orang, Guru TIK 7 orang, Guru Seni Budaya 2 orang, Guru Prakarya 5 orang, Guru Bahasa Inggris 3 orang, Guru Bimbingan dan Konseling 6 orang, serta Guru Bahasa Indonesia 3 orang.
Tahapan micro teaching dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 12 Juni 2026 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang, Jalan HM Ardans RT 24. Pada tahap ini, peserta akan diminta melakukan simulasi mengajar secara langsung di hadapan tim penilai.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa micro teaching menjadi bagian penting dalam proses seleksi karena mampu memberikan gambaran nyata mengenai kompetensi peserta saat mengajar.
“Tes tertulis menjadi tahap awal untuk melihat kompetensi dasar peserta. Melalui micro teaching, kami ingin menilai kemampuan mereka dalam menyampaikan materi, mengelola pembelajaran, dan berkomunikasi layaknya saat berada di ruang kelas,” kata Abdu Safa Muha.
Menurutnya, kemampuan mengajar tidak cukup diukur melalui hasil tes tertulis semata. Karena itu, simulasi pembelajaran diperlukan untuk mengetahui kesiapan peserta ketika nantinya bertugas di sekolah.
“Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan mudah dipahami peserta didik. Aspek-aspek itu akan terlihat dalam micro teaching,” ujarnya.
Panitia seleksi mewajibkan setiap peserta menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sederhana yang memuat tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan belajar, serta asesmen. Dokumen tersebut harus dicetak sebanyak tiga rangkap untuk kebutuhan penilaian.
Pelaksanaan micro teaching dilakukan secara luring tanpa melibatkan siswa. Setiap peserta akan diberikan waktu lima menit untuk persiapan sebelum menjalani simulasi mengajar selama 10 menit.
Selain itu, peserta diwajibkan hadir paling lambat 30 menit sebelum jadwal yang telah ditentukan. Mereka juga diminta mengenakan pakaian yang sopan dan profesional sebagaimana standar seorang pendidik saat berada di lingkungan sekolah.
Seleksi Guru Pengganti digelar untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kota Bontang. Peserta yang berhasil melewati tahapan micro teaching akan mengikuti proses seleksi lanjutan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

