SKB Bontang Tekankan Pendidikan Gratis dan Terbuka untuk Semua Usia, ASN hingga IRT

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Bontang terus membuka akses pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal.

Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi usia sekolah, tetapi juga terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia maupun profesi.

Melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C, SKB Bontang memberikan kesempatan kepada warga untuk memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal. Program tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang pernah putus sekolah maupun mereka yang ingin melanjutkan pendidikan demi meningkatkan kualitas diri dan peluang kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKB Bontang, Hairul Saleh, mengatakan peserta didik yang mengikuti pendidikan kesetaraan di SKB berasal dari berbagai kalangan. Tidak sedikit di antaranya yang telah bekerja dan memiliki tanggung jawab keluarga, namun tetap bersemangat melanjutkan pendidikan.

BACA JUGA:  75 Guru SMP Sederajat Ikuti Pelatihan Penguatan Pendidikan Inklusi

Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta didik menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Di dalam satu kelas, peserta didik bisa berasal dari kelompok usia yang berbeda dengan profesi yang beragam.

“Usia peserta didik kita beragam. Ada yang sudah ASN, ada yang PNS, ada guru ngaji, ibu rumah tangga, bahkan pekerja swasta,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Hairul menjelaskan, sebagian peserta didik memilih kembali ke bangku pendidikan karena menyadari pentingnya memiliki ijazah sebagai syarat pengembangan karier.

Namun tidak sedikit pula yang mengikuti program kesetaraan karena dorongan pribadi untuk menambah pengetahuan dan memberikan contoh yang baik bagi anak-anak mereka. Bahkan, ada peserta didik yang awalnya merasa minder untuk kembali belajar karena faktor usia.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Perluas Program Pembelajaran Alquran, Orangtua Siswa Diminta Terlibat

Namun setelah mengikuti proses pembelajaran, mereka justru menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk menyelesaikan pendidikan yang sempat tertunda.

“Banyak yang datang karena kesadaran sendiri. Mereka ingin memperbaiki masa depan, meningkatkan kemampuan, dan ada juga yang ingin membantu anak-anaknya dalam belajar,” kata Indra.

Selain memberikan layanan pendidikan yang fleksibel, SKB Bontang juga berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan inklusif. Sistem pembelajaran dirancang agar dapat menyesuaikan dengan kondisi peserta didik yang sebagian besar telah bekerja atau memiliki aktivitas lain di luar pendidikan.

Hairul juga menegaskan, bahwa seluruh layanan pendidikan yang diberikan SKB Bontang tidak dipungut biaya. Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkendala faktor ekonomi.

BACA JUGA:  Bangun Fasilitas Ramah Disabilitas, SMPN 2 Bontang Bisa Jadi Percontohan

“Segala sesuatunya di SKB Kota Bontang itu gratis. Tidak ada yang dimintai bayaran,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan tidak lagi ragu untuk bergabung dengan program pendidikan kesetaraan di SKB Bontang. Menurutnya, kesempatan belajar selalu terbuka bagi siapa saja yang memiliki keinginan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.

“Dengan layanan yang gratis, fleksibel, dan terbuka untuk semua kalangan, SKB Bontang terus berupaya menjadi wadah bagi masyarakat untuk meraih pendidikan yang lebih baik sekaligus mewujudkan prinsip bahwa belajar dapat dilakukan sepanjang hayat,” tandasnya.

Share This Article