Tiga Warga Bengalon Kutim Tersambar Petir

selisik
3 Min Read

Kutai Timur – Hujan deras disertai petir yang melanda Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Minggu (21/12) sore, mengakibatkan tiga warga Desa Sepaso Selatan tersambar petir.

Melansir Kaltimpost.id, ketiganya langsung dievakuasi petugas gabungan Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Pos Yan Nataru) untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di kawasan PBR Desa Sepaso, tepatnya di sekitar Patung Porodisa.

Saat kejadian, ketiga korban diketahui sedang berteduh di bawah sebuah pohon untuk menghindari hujan.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut laporan warga diterima petugas Pos Yan Nataru dan langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian.

BACA JUGA:  Cemburu dan Sakit Hati, Pemuda Samarinda Nyaris Bakar Rumah Mantan Istri

“Benar, telah terjadi insiden warga tersambar petir di Bengalon. Laporan masuk sekitar pukul 16.00 Wita, dan personel kami di Pos Pelayanan Nataru langsung merespons dengan mendatangi TKP. Prioritas utama petugas di lapangan adalah evakuasi korban secepat mungkin ke Puskesmas Bengalon untuk penanganan luka bakar,” ujar Fauzan, dalam keterangan tertulisnya.

Petugas gabungan yang terdiri dari unsur Polri, Satpol PP, tim medis, dan pramuka bersama warga setempat kemudian mengevakuasi ketiga korban ke Puskesmas Bengalon.

Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, korban mengalami luka bakar dengan tingkat yang berbeda.

“Anggota kami bersama warga setempat langsung mengevakuasi ketiga korban. Saat diperiksa tim medis Puskesmas Bengalon, korban Gatot mengalami luka bakar di bagian pinggul hingga paha, Ibu Ifasusanti mengalami luka di kaki kiri hingga pinggul, dan korban anak atas nama Fery mengalami luka di kaki dan punggung,” tambahnya.

BACA JUGA:  Tambang Emas Tradisional di Paser Longsor, 5 Orang Tewas

Ketiga korban diketahui bernama Gatot Setyahariadi, Ifasusanti, dan seorang pelajar berusia 12 tahun.

Dikatakan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sesaat sebelum kejadian sempat terlihat kilatan petir disertai suara guntur keras, kemudian muncul asap dari bawah pohon tempat korban berteduh.

Ia menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

BACA JUGA:  Balita di Samarinda Meninggal Usai Tercebur di Parit Saat Banjir

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kutim agar lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan ketika hujan deras. Sangat disarankan untuk tidak berteduh di bawah pohon atau berada di area terbuka saat ada petir, karena sangat berisiko. Lebih baik mencari bangunan permanen yang aman,” papar perwira menengah berpangkat melati dua tersebut.

Hingga Minggu malam, ketiga korban masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Bengalon dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

Share This Article