SMPN 1 Bontang Dapat 315 Tablet Gratis, Dorong Percepatan Pembelajaran Digital

selisik
2 Min Read

Bontang – SMP Negeri 1 Bontang resmi menerima 315 unit tablet yang disalurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, untuk mendukung perluasan pendidikan berbasis teknologi bagi siswa kelas IX.

Hingga saat ini Disdikbud Kota Bontang telah menuntaskan distribusi 1.608 unit tablet kepada siswa kelas IX di seluruh SMP negeri se-Kota Bontang, sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.

Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah yang terus memperkuat fasilitas digital di sekolah.

BACA JUGA:  Layanan Tak Sesuai Standar? Disdikbud Bontang Siapkan Kompensasi untuk Warga

“Kami ucapkan terima kasih kepada Disdikbud dan Pemerintah Kota Bontang atas perhatian yang diberikan. 315 tablet ini sangat berarti bagi sekolah dan menjadi dorongan kuat dalam transformasi pembelajaran digital,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Menurut Riyanto, perangkat tersebut nantinya akan dimanfaatkan siswa, untuk menunjang persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada Februari–Maret 2026.

BACA JUGA:  Kolaborasi Guru, Siswa, dan Orang Tua Antar SDN 008 Bontang Utara Raih Emas Pianika Nasional 2025

Melalui akses perangkat yang memadai, diharapkan proses belajar siswa mengenai teknologi dan pengembangan digital menjadi lebih efektif.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa distribusi tablet merupakan implementasi visi dan misi pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan digital yang merata di seluruh SMP negeri.

“Tablet ini merupakan aset pemerintah. Kami berharap sekolah dapat menjaga perangkat ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  SMPN 2 Bontang Masuk 10 Besar Lomba Tari Kaltim 2025, Bukti Konsistensi Pembinaan Seni di Sekolah

Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan perangkat secara bertanggung jawab. Para siswa diminta fokus memanfaatkan tablet untuk kepentingan belajar dan tidak mengakses konten yang tidak relevan dengan kegiatan pendidikan.

Share This Article