PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menaruh perhatian besar pada kemandirian petani dalam hal penyediaan benih. Langkah konkret dilakukan Dinas Pertanian (Distan) PPU dengan menjadikan Kecamatan Waru sebagai sentra pengembangan benih padi unggulan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, menyampaikan bahwa selama ini petani di PPU masih banyak yang mengandalkan bantuan benih dari pemerintah. Ketika bantuan tidak datang, mereka biasanya menggunakan benih dari hasil panen sebelumnya yang sudah menurun mutunya.
“Kami ingin mengubah pola pikir petani agar lebih mandiri dalam hal benih. Tidak selalu menunggu bantuan pemerintah,” kata Gunawan, pekan lalu.
Menurutnya, Waru memiliki keunggulan dibanding wilayah lain. Selain produktivitas padinya yang tinggi, kualitas gabah yang dihasilkan pun dinilai sangat baik.
“Potensinya besar. Waru bisa dijadikan contoh pengembangan benih yang nantinya dapat disebarkan ke seluruh wilayah PPU,” ujarnya.
Distan juga berencana menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat penyimpanan benih dan melibatkan offtaker untuk menyerap hasil produksi. Langkah ini sekaligus mendukung target nasional dalam penguatan ketahanan pangan dan pengurangan impor beras.
“Kalau petani punya akses ke benih lokal yang bagus, mereka akan lebih siap menghadapi musim tanam kapan saja tanpa menunggu bantuan,” tegas Gunawan.
Pemkab berharap Waru bisa menjadi cikal bakal sistem pertanian mandiri berbasis benih lokal. (Adv)

