Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Bontang Melesat, Andi Faiz Minta Komisi A Panggil OPD Terkait

selisik
1 Min Read

Bontang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyayangkan kenaikan angka kekerasan pada perempuan dan anak yang meningkat di Kota Bontang.

Berdasarkan data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), ada sekitar 121 perempuan dan anak yang mengalami kekerasan sejak Januari hingga September 2024.

BACA JUGA:  Amir Tosina Prediksi Banyak Proyek Mangkrak

“Kami prihatin sebenarnya, karena ini belum sampai di akhir tahun sudah segini angkanya dibanding tahun lalu sekitar 120-an,” ujarnya, Selasa (5/11/2024).

Dirinya mengatakan, Ia akan meminta Komisi A untuk melakukan pertemuan dengan dinas-dinas terkait.

“Mungkin nanti Komisi A akan melakukan pertemuan dengan Dinas PPA dan Dinas Ketenagakerjaan untuk membahas ini,” imbuhnya.

Hal ini berkaitan satu sama lain, maka perlu sinergi antar OPD. Menurutnya, perempuan dan anak banyak menerima perlakuan seperti ini dari suami atau bapaknya, besar faktornya adalah ekonomi.

BACA JUGA:  Yusuf Tekankan Perdamaian di Pilkada Bontang

Bontang memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi, tidak sebanding dengan julukannya sebagai salah satu kota terkaya di Indonesia.

“Biasanya pria ini yang menganggur hanya dirumah atau pendapatannya sedikit lebih temperamental, maka jarang keluarga dengan ekonomi stabil ada kasus begini,” lanjutnya.

Dirinya berharap, pertemuan tersebut segera direalisasikan, guna mencari solusi. Hal ini juga untuk memastikan tidak ada kenaikan di tahun depan. (Adv)

Share This Article