Tingkatkan Keterampilan, Disdikbud Kutim Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Bagi Warga Sangatta

selisik
2 Min Read

Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur melalui bidang Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) menggelar pendidikan kecakapan wirausaha (PKW) untuk masyarakat sekitar Sangatta.

Di mana ada 5 jurusan yang diprogramkan oleh SPNF – SKB, diantaranya tata busana, membatik, pastry and bakery, komputer aplikasi perkantoran dan seni musik atau vokal.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah apresiasi pelaksanaan PKW Garapan SPNF – SKB Kutim.

BACA JUGA:  Wabup Kutim Sebut Kejuaraan Sepak Takraw Upaya Pengembangan SDM di Dunia Olahraga

“Harapannya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh SPNF – SKB ini bisa memberikan bekal kepada masyarakat, karena pekerjaan yang paling mudah dan banyak memberikan peluang adalah usaha,” ungkapnya, Rabu (15/11/2023).

Kata dia, pelatihan yang diberikan oleh SPNF – SKB berupa skill untuk membuka wirausaha di bidang kuliner, fashion, menjahit hingga keahlian komputer.

BACA JUGA:  DP3A Kutim Dorong Perempuan Duduki Jabatan Strategis

Kelima jurusan tersebut berpeluang sebagai pebentukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baik secara mandiri maupun berkelompok.

Oleh sebab itu, ia berharap pelatihan yang diberikan tidak hanya sekedar pelatihan melainkan benar-benar memberikan bekal kepada masyarakat untuk bisa eksis di dalam kesehariannya.

“Jadi yang biasanya nganggur, setelah pelatihan tidak nganggur lagi, ada sesuatu hal yang bisa dilakukan dan berdampak baik kepada dirinya, keluarganya, dan Kutai Timur,” kata istri Bupati Kutai Timur itu.

BACA JUGA:  Wujudkan Kutim sebagai Kota Cerdas, Diskominfo Staper Gelar Sosialisasi Smart City

Sebab, pelatihan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kutai Timur dalam meningkatkan taraf ekonomi keraksyatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini yang harus dikembangkan, dimana pelatihan ini tidak sampai pengolahan saja tetapi manajemen dari pada UMKM juga diberikan pelatihan agar menjadi pengusaha modern,” tutupnya. (Adv)

Share This Article