Tekan DBD, Kemenkes dan Pemkot Bontang Sebar Nyamuk Wolbachia di 1.880 Titik

selisik
3 Min Read

Bontang – Upaya menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang. Salah satunya dengan menyebar telur ber-wolbachia. Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Diskes Adi Permana mengatakan, per 9 Oktober lalu ember pertama yang berisi telur tersebut telah ditempatkan di 1.880 titik.

“Lokasinya di area permukiman. Dengan jarak tiap titik itu 75 meter,” kata Adi, mengutip Kaltim Post.

Pada 23 Oktober, ember tersebut akan diganti dengan telur yang baru oleh kader dari kelurahan. Sembari dicek dan dihitung berapa telur yang menetas. Tujuan penetapan radius itu agar sebarannya merata. Di tambah radius terbangnya nyamuk hanya 100 meter.

BACA JUGA:  Wawali Najirah Resmikan Kampung Iklim di Gunung Telihan

Jumlah telur terbanyak yang disebar di Kelurahan Gunung Elai. Angkanya mencapai 378 ember. Dengan luasan wilayah yakni 502 hektare. Disusul Api-Api 375 ember. Tersedikit ialah Kelurahan Bontang Baru dengan 254 ember.

Dia menjelaskan, Guntung memiliki kawasan yang luas yaitu 1.135 hektare. Tetapi jumlah ember yang disebar hanya 260 ember. “Ini karena banyaknya area yang masih berstatus hijau,” ucapnya.

Nantinya evaluasi akan dilakukan satu bulan setengah kemudian. Sembari mengkalkulasi dengan metode sampling berapa telur yang sudah menetas. Dipadukan dengan berapa nyamuk yang sudah ber-wolbachia.

Dari pihak penyedia pun sudah melakukan pengiriman telur tujuh hari sebelum pelepasan. “Jumlahnya 1.880 ditambah 30 persen. Ini sudah datang untuk penyebaran pekan depan,” tutur dia.

BACA JUGA:  Jadi Percontohan di Bontang, Wawali Najirah Resmikan Posyandu Terintegrasi di Kelurahan Belimbing

Sebelumnya Bontang merupakan daerah kedua yang merilis pelaksanaan kegiatan nyamuk ber-wolbachia setelah Semarang. Kegiatan itu dilaksanakan pada awal September lalu.

Dirjen P2P Kemenkes RI dr Maxi mengapresiasi karena Wali Kota Bontang dengan cepat menangkap tujuan dari melepas nyamuk wolbachia ini. Rencananya enam juta telur akan disebar dalam kurun dua pekan.

“Kalau Pak Wali sudah tahu, ke bawahnya satu suara. Kita tahu bersama, DBD ini menjadi pembunuh, terutama usia anak-anak. Tiap tahun angka yang meninggal cukup banyak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ekspose Laporan Awal RPJPD Bontang 2024-2045, Basri: Jangan Anggap Remeh

Anggaran sebesar Rp 10 miliar digelontorkan oleh pemerintah pusat untuk pilot project di Bontang. Mencakup produksi telur, pengadaan ember, hingga penyuluhan. Tentunya nominal ini juga dikolaborasikan dengan APBD Bontang terkait sosialisasi terhadap kader jumantik sebesar Rp 1 miliar.

Wolbachia ini dipandang cara yang efektif agar nyamuk DBD tidak lagi mengandung virus demam berdarah. Namun, dia meminta kepada warga untuk tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Melalui skema 3M yang telah dilakukan selama ini. (Adv)

TAGGED:
Share This Article