6 Fakta Satu Keluarga Tewas Diduga Akibat Kelaparan di Jakarta Barat

Selisik.id – Empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11).

Keempat orang itu antara lain, bapak berinisial RG (71), anak berinisial DF (42), ibu berinisial RM (66), dan paman berinisial BG (68).

Kepolisian maupun saksi mata juga sudah memaparkan sejumlah fakta dalam kasus tersebut. Melansir CNNIndonesia.com, berikut fakta-fakta yang berhasil dirangkum dalam penemuan satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat.

1. Tak Ada Tanda Kekerasan

Usai penemuan, keempat jasad itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diautopsi. Setelah diperiksa, tim dokter forensik tidak menemukan bekas luka penganiayaan pada empat jasad tersebut.

Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan keempat jasad itu juga sudah membusuk dan diduga telah tewas lebih dari satu pekan.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Untuk jenazah membusuk ini karena sudah lebih dari satu minggu,” kata Syafri.

BACA JUGA:  Wali Kota Seoul Menangis Minta Maaf soal Tragedi Itaewon

2. Sudah Lama Tak Mendapat Asupan Makanan

Fakta lainnya dalam kasus ini, keempat jasad yang ditemukan sudah lama tak mendapat asupan makanan dan minuman. Hal ini juga diketahui berdasarkan pemeriksaan oleh dokter forensik RS Polri Kramat Jati.

“Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan, jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot-ototnya sudah mengecil,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce.

3. Meninggal dalam Waktu Berbeda

Kepolisian juga mengatakan, empat orang ini tewas dalam waktu yang tidak bersamaan. Menurut Pasma hal itu diketahui dari perbedaan waktu pembusukan empat jasad.

“Jadi itu dari bapaknya, ibunya, iparnya, semuanya di waktu berbeda meninggalnya. Sehingga pembusukannya masing-masing berbeda,” jelas dia.

BACA JUGA:  Polisi Buka Suara Soal Dugaan Sekeluarga di Kalideres Tewas Penganut Apokaliptik

Selain itu, keempatnya tergeletak pada posisi yang berbeda-beda. Bapak ditemukan di ruang kamar bagian belakang, sang paman ditemukan di ruang tamu dalam posisi bersandar di sofa.

Sedangkan, posisi jenazah sang ibu dan anaknya, yakni RM dan DF, ditemukan berada di ruang kamar depan.

4. Terkunci dari Dalam

Fakta lainnya dalam kasus ini, polisi mengatakan bahwa rumah yang menjadi lokasi penemuan empat korban itu terkunci dari dalam.

Penemuan empat jasad yang masih satu keluarga tersebut bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk dari dalam rumah tersebut.

“Pihak kepolisian dan secara bersama-sama membuka rumah tersebut yang mana kondisi pagar dan pintu terkunci di dalam,” jelas Pasma.

5. Terakhir Terlihat Pesan Makan Bulan Lalu

Menurut penuturan warga sekitar, Ari (29) keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah itu sempat memesan makanan secara daring pada Oktober. Menurut dia itu juga kali terakhir dia melihat aktivitas keluarga tersebut.

BACA JUGA:  Pekerja Tambang di Kutai Timur Tewas Terlindas Bulldozer

Saat itu, dia melihat kurir mengantar makanan sekitar pukul 15.00 WIB. Momen itu pula yang terakhir bagi Ari melihat keluarga tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Pernah lihat sekali itu, ibunya doang,” kata Ari.

Setelah itu, Ari tidak pernah lagi melihat ada yang mengantar makanan ke rumah tersebut. Ari tinggal persis bersebelahan dengan keluaga itu.

6. Temuan Kapur Barus dan Lilin di Rumah

Ketua RT 07/RW 15 Kalideres Asiung mengatakan, pihaknya sempat menemukan kapur barus dan lilin dalam rumah keluarga tersebut.

“Ada di meja, sama lilin. Di piring, taruh di mangkok,” kata Asiung.

Menurut Asiung kapur barus dan lilin itu terletak paling dekat dengan mayat yang berada di ruang tengah tersebut.

%d blogger menyukai ini: