BACA JUGA:  Perusahaan Diwajibkan Bentuk Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual

TRC PPA Kaltim Gelar Aksi Tuntut Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Kebiri Kimia

Samarinda – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim melakukan aksi di depan Kantor Pengadilan Negeri Samarinda. Mereka menuntut agar pelaku kekerasaan seksual diberikan tambahan hukuman, yakni kebiri kimia.

Hukuman kebiri kimia adalah pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain untuk menekan hasrat seksual berlebih kepada pelaku pidana kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap anak, yang melakukan hubungan seksual.

“Di PN sedang berlangsung sidang kasus kekerasan seksual terhadap dua korban kakak beradik, yang pelakunya adalah ayah sendiri. Kami menginginkan, pelaku bisa diberikan hukuman tambahan yaitu kebiri kimia,” jelas Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun pada Rabu (26/06/2024).

BACA JUGA:  Kasus Kekerasan di Kaltim Meningkat, Samarinda Terbanyak

Menurut Rina, tindakan yang dilakukan pelaku kekerasan seksual terhadap korban, sangat merugikan dan merenggut masa depan, khususnya bagi anak yang dibawah umur.

“Kami ingin HAM dikesampingkan terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini. Sebab, anak yang menjadi korban, psikis nya tidak akan bisa sembuh sampai kapanpun,” tuturnya.

Sementara itu, Biro Hukum TRC PPA Kaltim Sudirman menginginkan adanya langkah tegas dari PN Samarinda, terhadap pelaku-pelaku kekerasan seksual tersebut. Ini sebagai tindakan awal, agar para pelaku bisa jera dan kasus kekerasan seksual di Kalimantan Timur bisa diminimalisir ke depannya.

BACA JUGA:  Pimpinan Ponpes di Bontang Terlapor Kasus Asusila Belum Penuhi Panggilan Polisi

“Paling tidak PN Samarinda bisa mengambil langkah berani untuk memutuskan hukuman terhadap pelaku kekerasan seksual. Jangan hanya fokus terhadap keadilan korban saja, tapi juga para pelaku yang harus diberikan hukuman setimpal,” imbuhnya pada Rabu (26/06/2024).

Kendati begitu, TRC PPA Kaltim akan terus berkomitmen untuk mengawal kasus kasus kekerasan seksual yang ada. Terlebih, memberikan pendampingan juga terhadap korban.

BACA JUGA:  Perusahaan Diwajibkan Bentuk Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual

“Dasarnya kenapa ada korban, ya karena ada pelakunya. Ini yang harus kita antisipasi secara bersama-sama. Jangan sampai, para pelaku ini masih bisa melakukan kejahatan serupa di masa yang akan datang,” tutup Sudirman.

(Kaltimtoday.co)

You might also like

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 107