Survei Indostrategic: 57,3 Persen Masyarakat Tak Setuju IKN Pindah ke Kaltim

selisik
2 Min Read

Selisik.id – Mayoritas masyarakat di Indonesia masih tidak setuju dengan keputusan pemerintah pusat untuk memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia ke Kalimantan Timur (Kaltim). Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penolakan tersebut.

Hal itu terungkap dari hasil rilis survei nasional Indostrategic bertajuk ‘Keberlanjutan vs Perubahan: Dinamika Peta Politik Menuju Pemilu 2024’.

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) Khoirul Umam menjelaskan setidaknya ada 57,3 persen masyarakat merasa kurang setuju atas pemindahan ibu kota negara. Semantara, yang setuju ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur ada sebanyak 40,1 persen.

BACA JUGA:  Jatam Kaltim Menangkan Sengketa Informasi, Kementerian PUPR Wajib Buka Data IKN

“Ketika responden kita tanya, apakah setuju jika ibu kota negara sekarang dipindahkan dari DKI Jakarta ke IKN di Kalimantan Timur. Ini cukup unik, masyarakat menyampaikan sekitar 57,3 persen merasa kurang setuju atau sangat tidak setuju ibu kota negara segera dipindahkan ke Kalimantan Timur,” kata Khoirul dalam konferensi pers secara virtual, Jumat, 14 Juli 2023, dikutip dari Viva.com.

“Sedangkan, 40,1 persen menyatakan setuju (ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur) dan sangat setuju,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Buka 40.021 Formasi CPNS di IKN, 5 Persen untuk Orang Kalimantan

Khoirul menyampaikan, ada tiga alasan utama mayoritas masyarakat kurang menyetujui perpindahan ibu kota negara. Alasan pertama, yaitu biaya pembangunan IKN dinilai lebih bermanfaat jika digunakan untuk menangani masalah-masalah di Indonesia.

“Alasannya yang mereka tidak setuju, 46,2 persen merasa biaya pembangunan lebih baik digunakan untuk hal yang lebih mendesak,” ungkapnya.

Alasan kedua, pembangunan IKN di Kalimantan Timur dilakukan secara tergesa-gesa. Sementara, alasan terakhir yaitu, DKI Jakarta dinilai masih layak dan pantas untuk menjadi ibu kota negara Indonesia.

“20,8 persen dianggap (pembangunan IKN di Kalimantan Timur) terlalu tergesa-gesa, kemudian 16,5 persen merasa perpindahan IKN belum mendesak dalam waktu dekat dan 8,2 persen menilai Jakarta masih pantas menjadi ibu kota negara,” jelas Khoirul.

BACA JUGA:  Harga Sewa Mobil di Kaltim Naik Usai Pemerintah Borong 1.000 Unit untuk HUT RI di IKN

Dalam survei terbaru Indostrategic, dilakukan dalam kurun waktu 9-20 Juni 2023 dengan melibatkan 1.400 responden di 38 provinsi di Indonesia. Sementara, margin of error sebesar 2,62 persen.

TAGGED:
Share This Article