Seperempat Abad Menunggu, Akhirnya Umat Buddha Bontang Bakal Punya Vihara

BONTANG – Umat Buddha di kota Bontang tak lama lagi akan memiliki rumah ibadah. Penantian selama 25 tahun itu akan segera terwujud setelah digelarnya acara peletakan batu pertama Vihara Ñanasamvara, di Bukit Nusantara Permai (Kusnodo), Rabu (23/2/2022).

Selama ini semua umat Buddha di Bontang beribadah dengan menggunakan Cetiya di rumah masing-masing. Bahkan untuk acara keagamaan digelar di luar kota.

“Kalau perayaan besar Cetiya tidak digunakan. Kami biasanya ke Vihara Samarinda,” ujar salah satu penganut Buddha Rendy Kuncoro.

Tepat hari ini, Rendy bersama umat Buddha lainnya tengah berbahagia lantaran dimulainya pembangunan Vihara.

“Kami sangat berterimakasih sekali atas dukungan yang diberikan pemerintah kepada kami,” ungkapnya.

Kata Rendy, perjuangan membangun rumah ibadah memang tidak mudah.
Kendala paling berat adalah SKB 3 menteri yang mengatur tentang jumlah minimal penganut untuk mendirikan rumah ibadah.

Jika mengacu pada aturan itu, harus terdapat minimal 90 Kepala Keluarga (KK) penganut agama tersebut dan harus mendapat tanda tangan dari 60 rumah warga sekitar.

Meski hingga kini umat Budhha di Bontang hanya terdiri dari 80 KK atau sekitar kurang lebih 800 jiwa, pembangunan rumah ibadah Vihara tetap bisa terlaksana dengan persetujuan Wali Kota.

Kata dia Vihara ini di bangun di atas lahan seluas kurang lebih tiga hektare dengan lahan pribadi. Disinggung soal anggaran kelanjutan pembangunan Vihara swadaya atau dengan kucuran dana pemerintah, Rendy tak bisa berbicara lebih jauh. Sebab hal itu masih menjadi pembahasan.

“Nanti akan di bangun wisata religi bahkan ada rumah ibadah lainnya. Sementara kami fokus dengan pembangunan Vihara lebih dulu,” timpalnya.

Senada, Pemangku Vihara Ñanasamvara Sonny Lesmana yang juga penganut Budha mengungkapkan sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Bontang dalam pembangunan Vihara.

Perjalanan cukup panjang dirasakan Sonny. Sebagai pengajut agama minoritas, kerinduannya sudah lama terpendam untuk beribadah dengan mendambakan rumah ibadah sendiri.

“Bukan hal mudah bagi kami sampai ke titik ini tanpa dukungan warga setempat dan juga pemerintah,” ungkap Sonny.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Basri Rase berpesan agar Vihara Ñanasamvara tak hanya diperuntukan ibadah, namun juga digunakan untuk pendidikan dan kegiatan sosial.

“Semoga dengan dibangunnya Vihara ini bisa meningkatkan SDM serta spiritual umat Budha,” kata Basri.

Kegiatan yang diawali dengan pertunjukan barongsai dan diakhiri pemberian angpau kepada barongsai ini turut dihadiri Wali Kota Bontang Basri Rase, Dandim 0908 Bontang, Kapolres Bontang, Kemenag Bontang maupun Provinsi, pembina Vihara Muladarma Samarinda Bhante Thita Viryo, pengurus Mahavira Buddhamanggala Balikpapan, dan Romo Patma Dyhana.

%d blogger menyukai ini: