SDN 009 Bontang Utara Sulap Drainase Jadi Kolam Ikan Nila

selisik
2 Min Read

BONTANG – Saluran drainase di SDN 009 Bontang Utara tidak lagi sekadar berfungsi mengalirkan air. Sekolah memanfaatkannya sebagai kolam sederhana untuk membudidayakan ikan nila sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa.

Selain membuat lingkungan sekolah terlihat lebih tertata, keberadaan ikan di saluran tersebut juga membantu mengurangi potensi berkembangnya jentik nyamuk. Konsep ini kemudian dikembangkan sebagai kegiatan edukasi berbasis lingkungan yang melibatkan siswa secara langsung.

Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati, mengatakan ide tersebut bermula dari penebaran sekitar 100 ekor bibit ikan nila ke saluran yang telah dimodifikasi. Seiring waktu, ikan tersebut berkembang biak sehingga populasinya kini bertambah cukup banyak.

BACA JUGA:  Masih Ada Kursi Kosong di SD Negeri Bontang, Disdikbud Arahkan Calon Siswa ke Sekolah Swasta

“Awalnya kami hanya menebar sekitar 100 bibit. Setelah berkembang dan bereproduksi, jumlahnya terus bertambah sehingga sekarang sudah tidak bisa dihitung satu per satu,” kata Yuliati.

Menurutnya, perkembangan ikan menunjukkan kondisi saluran cukup mendukung untuk pemeliharaan ikan air tawar. Di sisi lain, aktivitas tersebut membuat siswa memiliki kegiatan langsung yang berkaitan dengan lingkungan di sekitar mereka.

Perawatan dilakukan secara rutin dengan melibatkan siswa dan guru. Mulai dari memberikan pakan, membersihkan area kolam hingga mengamati perkembangan ikan dilakukan secara bersama-sama.

BACA JUGA:  Besok BBC dan Pawai Budaya 2024, Simak Pengalihan Jalur Lalu Lintas

Agar kegiatan berjalan terarah, sekolah membentuk kelompok kerja khusus yang bertugas mengelola kolam ikan. Guru berperan mendampingi sekaligus mengarahkan siswa selama melakukan perawatan.

“Anak-anak ikut merawat bersama guru. Kami sudah membentuk kelompok kerja untuk kolam ikan sehingga kegiatan mereka tetap terarah dan ada pendampingannya,” jelasnya.

Yuliati menyebut kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada siswa mengenai cara merawat makhluk hidup dan menjaga kebersihan lingkungan. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui materi di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas yang mereka temui setiap hari.

BACA JUGA:  Dukung Kegiatan Kebudayaan, Cara Disdikbud Bontang Melestarikan Aset Bangsa

Untuk hasil budidayanya, sekolah biasanya melakukan panen sekitar enam bulan sekali. Namun, pada tahun ini belum ada ikan yang dipanen karena sebagian besar masih dalam tahap pembesaran.

“Untuk tahun ini belum kami panen karena ikan yang ada masih dalam proses pembesaran. Jadi sementara ini kami fokus merawat dan menunggu sampai ukurannya siap,” pungkas Yuliati.

Share This Article