Bontang – RSUD Taman Husada Bontang berkomitmen mewujudkan pelayanan berbasis digital bagi pasien. Kini melalui ticket obat, para pengunjung bisa antre obat dari mana saja.
Ticket obat merupakan inovasi pengambilan tiket obat berbasis digital dan survei penilaian dokter spesialis secara real time.
Tim Humas RSUD Taman Husada Bontang Siti Aisyatur Ridha menuturkan, bahkan pasien dapat sekaligus memberikan penilaian untuk layanan laboratorium dan radiologi bagi pasien yang mendapatkan salah satu atau kedua layanan penunjang tersebut.
Adapun alur pelayanan tersebut yakni setelah pasien mendapat perawatan oleh dokter spesialis di poliklinik, mereka langsung mendapat arahan untuk memasukan nomor rekam medis di monitor layar sentuh yang tersedia di gerai tiket obat.
Nantinya, pasien terlebih dahulu mengisi survei penilaian terhadap dokter usai perawatan. Setelah itu, mesin akan mengeluarkan e-tiket.
“Sebagai alternatif, pasien dapat juga memasukan NIK KTP dan nomor kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk masuk dalam sistem,” terangnya, Jumat (13/10/2023).
Dia menuturkan, digitalisasi pelayanan ini memberikan kemudahan bagi pasien, lantaran mereka tak perlu lagi membawa kertas resep dari dokter, karena data e-resep telah terkirim oleh sistem ke apotek.
Sistem akan memberikan informasi pengambilan obat ke nomor handphone terdaftar dari pasien.
“Mereka dapat menunggu informasi obat sudah dapat diambil dari manapun misalnya dari rumah atau kantor. Jadi kelebihan dari pelayanan ini dapat mengurai antrean di lobi rumah sakit” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, kriteria survei kepuasan pelanggan ini mempunyai tingkatan penilaian. Mulai dari bintang satu hingga empat.
Survei ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Bontang terhadap pelayanan klinik rawat jalan oleh dokter spesialis.
“Setiap satu bulan sekali kami melakukan evaluasi apabila terdapat kekurangan pelayanan yang diberikan oleh para dokter, ini tentunya untuk meningkatkan mutu layanan dari RS,” pungkasnya. (Adv)

