Bontang – Pemkot Botang menggelar World Clean Up Day (WCD) tahun 2023. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan orang dari berbagai unsur, Mulai dari ASN, warga, perusahaan, sekolah, komunitas dan lainnya.
Lokasi kegiatan dibagi menjadi dua tempat. Pertama di RT 11 sampai RT 14 Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kedua di RT 16 dan RT 17 Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Wali Kota Bontang, Basri Rase menyebutkan bila berbicara sampah, bukan lagi musuh. Tapi sekarang sampah jika dioleh bisa menghasilkan nilai ekonomi. Untuk menambah penghasilan keluarga dan kelompoh jika dikelola dengan baik dan benar.
Pemkot Bontang pun berencana menggandeng perusahaan di Bontang untuk berkolaborasi memberikan edukasi kepada masyarakat terkait persoalan sampah.
“Supaya di rumah masyarakat bisa memilah mana sampah organic dan non organik,” kata dia, Jumat (15/9/2023).
Dijelaskan Basri Rase, baik sampah organik maupun non organik masing-masing bisa diolah menjadi hal yang bermanfaat. Seperti sampah non organik bisa diolah kembali menjadi batako, energi listik dan hal lainnya, yang memiliki nilai ekonomi. Sementara sampah non organik bisa dibuat menjadi kompos, makan ternak dan lainnya.
“Kita harus sama-sama komitmen menjaga lingkungan,” tandasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo mengatakan tujuan utama digelarnya kegitan WCD tahun ini di Kelurahan Tanjung Laut Indah karena lokasi tersebut dinilai memiliki tumpukan sampah cukup banyak.
“Jadi seharusnya dikurangi dulu dari sumbernya. Misalnya, dalam kegiatan tidak ada lagi snack atau nasi dalam kotakan, jadi disajikan dalam piring saja atau prasmanan. Budaya ini yang harus diubah,” kata dia.
Kesadaran masyarkat juga dinilai sangat penting guna menekan angka produktivitas sampah di Kota Bontang. Terutama dengan tidak membuang sampah disembarang tempat sehingga tidak mencemari lingkungan. (Adv)

