Balikpapan – Razia gabungan yang digelar Polda Kaltim bersama Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berhasil mengamankan total 70 perempuan yang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Operasi penertiban ini menyasar kawasan Sepaku, wilayah yang masuk area Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Selama tahun ini sudah 70 orang diamankan,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, Kamis (10/7/2025), melansir Kaltimpost.id.
Para PSK tersebut diketahui tidak hanya beroperasi melalui media sosial, tetapi juga tersebar di sejumlah guest house dan penginapan di sekitar IKN. Dalam razia, petugas juga mendapati sejumlah pelanggan pria yang tertangkap basah di lokasi.
Yuliyanto menegaskan, razia ini dilakukan untuk menjaga citra positif IKN sebagai pusat peradaban baru Indonesia. Kawasan yang sedang dibangun sebagai simbol masa depan bangsa dinilai harus bersih dari praktik prostitusi dan aktivitas yang mencederai norma hukum maupun sosial.
“Pengawasan tidak cukup hanya dari kepolisian. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah penyimpangan sosial di IKN,” jelasnya.
Selain penindakan, Polda Kaltim juga memastikan adanya pembinaan dan penyuluhan sosial bagi para perempuan yang terjaring operasi. Hal ini diharapkan dapat menekan perilaku menyimpang sekaligus memberi ruang rehabilitasi bagi mereka.
“Kami ingin menekan perilaku menyimpang yang berpotensi merusak citra IKN. Lingkungan ibu kota baru harus bersih dan bermartabat,” tegas Yuliyanto.
Ia pun mengajak semua pihak bersama-sama mengawal IKN agar benar-benar menjadi simbol peradaban baru Indonesia. Tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral dan sosial.

