Selisik.id – Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga bergantung pada kapasitas tenaga pendidik dalam mengelola proses pembelajaran.
Berangkat dari komitmen tersebut, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menghadirkan Klinik IKON (Implementasi Kurikulum Kota Bontang) sebagai wadah pendampingan bagi guru untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan karakter daerah.
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Disdikbud Bontang, Miftachul Choir, mengatakan, Klinik IKON merupakan salah satu dari lima inovasi strategis Disdikbud yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh, yang dirancang sebagai ruang konsultasi dan pembinaan bagi guru PAUD agar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dalam menyusun perencanaan pembelajaran, mengembangkan metode mengajar, hingga melakukan evaluasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
“Melalui inovasi ini, guru tidak hanya memperoleh pendampingan mengenai implementasi kurikulum nasional, tetapi juga didorong mengintegrasikan potensi dan kearifan lokal Kota Bontang ke dalam kegiatan belajar,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Mifta berharap pendekatan tersebut mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sehingga peserta didik mengenal lingkungan, budaya, dan nilai-nilai daerah sejak usia dini tanpa mengabaikan capaian kompetensi yang telah ditetapkan secara nasional.
“Karena guru sebagai aktor utama dalam mewujudkan transformasi pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pendidik dilakukan secara berkelanjutan melalui diskusi, konsultasi, berbagi praktik baik, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi di ruang kelas,” timpalnya.
Selain itu, program Klinik IKON menjadi media bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperoleh solusi terhadap tantangan pembelajaran yang terus berkembang.
Keberadaan Klinik IKON juga mendukung berbagai inovasi lain yang dijalankan Disdikbud. Data peserta didik yang dihimpun melalui SIMENDUD, penguatan budaya membaca melalui LINTAS BENUA, pemenuhan administrasi kependudukan lewat GIAT PAS, hingga upaya pencegahan stunting melalui GEMES akan berjalan lebih optimal apabila didukung oleh guru yang memiliki kompetensi dalam mengelola pembelajaran dan memahami kebutuhan setiap anak.
Melalui Klinik IKON, Disdikbud Bontang ingin membangun budaya belajar tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi tenaga pendidik. Dengan guru yang terus meningkatkan kompetensi dan mampu menerapkan kurikulum secara adaptif, kualitas pembelajaran di satuan PAUD diharapkan semakin merata.
“Inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Mifta.

