Balikpapan – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengungkap 224 kasus narkoba selama Operasi Antik Mahakam 2025 yang digelar 21 hari, mulai 16 Juli hingga 7 Agustus 2025.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan d<span;>ari target 39 tersangka, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 38 orang target operasi (TO) dan 244 tersangka non-TO.
Hal ini, kata dia, menunjukkan kinerja yang optimal dari seluruh jajaran Reserse narkoba (Resnarkoba) baik Polda maupun Polres di wilayah hukum Polda Kaltim.
“Tercatat sebanyak 283 tersangka yang diamankan, terdiri atas 263 pria dan 20 wanita,” jelasnya, Kamis (14/8).
Polresta Samarinda menjadi pengungkap kasus terbanyak, yakni 48 kasus. Disusul Polres lain di wilayah Kaltim yang turut berkontribusi dalam penindakan, termasuk Balikpapan, Berau, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara.
Dijelaskan Yuliyanto, setiap Polres bekerja sama secara koordinatif dengan unit Resnarkoba Polda Kaltim untuk melakukan penangkapan, penggeledahan, dan penyitaan barang bukti.
“Barang bukti yang disita selama operasi terdiri dari 5.426,71 gram sabu, 14,85 gram ganja, 1.666 butir ekstasi, dan 1.022 butir daftar G,” tuturnya.
Yuliyanto menilai, keberhasilan operasi tersebut cukup tinggi karena hampir seluruh target operasi berhasil ditangkap serta banyaknya kasus dan barang bukti yang diamankan.
Polda Kaltim menekankan bahwa kegiatan itu tidak hanya menindak peredaran narkoba, tetapi juga memberikan efek jera bagi pelaku dan mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat.
Yuliyanto turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika dan segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila mengetahui peredaran gelap narkoba di lingkungannya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak ragu bekerja sama dengan kepolisian dalam program pencegahan dan penindakan narkoba.
“Kesadaran dan peran aktif masyarakat sangat penting untuk memutus rantai peredaran narkoba serta mencegah dampak buruk bagi kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi penerus,” ujarnya.

