Perkuat Infrastruktur Logistik, Bontang Susun Pra-FS Pelabuhan Bontang Lestari

selisik
2 Min Read

Selisik.id – Pemerintah Kota Bontang mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur logistik daerah melalui rencana pembangunan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari.

Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi barang dan penunjang utama kawasan industri terpadu yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pembangunan pelabuhan merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi ekonomi Bontang sebagai daerah penyangga IKN.

“Pelabuhan ini nantinya tidak hanya melayani aktivitas bongkar muat, tetapi juga menjadi pusat logistik yang terintegrasi dengan kawasan industri,” ujarnya.

BACA JUGA:  Antisipasi Risiko Wisata Bahari, DPMPTSP Bontang Perketat Standar Keamanan dan Sertifikasi Kru Kapal

Saat ini, pemerintah tengah menyusun dokumen Pra Feasibility Study (Pra-FS) atau studi pra-kelayakan untuk memastikan proyek tersebut layak secara teknis maupun ekonomi.

Menurut Aspiannur, proses penyusunan kajian dilakukan secara serius agar seluruh risiko investasi dapat dipetakan sejak awal.

“Kami ingin memastikan semua aspek teknis, ekonomi, hingga dampak pengembangannya sudah dianalisis secara komprehensif sebelum proyek ditawarkan kepada investor,” katanya.

Dalam penyusunan Pra-FS tersebut, DPMPTSP menggandeng Tim Tenaga Ahli Unit Layanan Strategis Sumber Daya Berkelanjutan (ULS PSDB) Universitas Mulawarman yang dipimpin Rachmad Budi Suharto.

BACA JUGA:  DPMPTSP Ingatkan Pentingnya Sertifikat Laik Fungsi Bagi Bangunan Publik di Bontang

Secara geografis, lokasi pelabuhan dinilai sangat strategis karena berada di pesisir timur Kalimantan yang menghadap langsung ke Selat Makassar dan jalur ALKI II.

“Posisi geografis Bontang sangat mendukung aktivitas pelayaran internasional sehingga potensial menjadi pusat distribusi logistik baru di Kalimantan,” jelas Aspiannur.

Keberadaan pelabuhan baru ini diyakini akan menjadi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Bontang Lestari, termasuk sektor jasa maritim, pergudangan, hingga industri pendukung lainnya.

Pemerintah juga menilai penguatan sektor logistik menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor migas dan kondensat.

BACA JUGA:  DPMPTSP Bontang Perketat Izin Musik Kafe, Prioritaskan Kenyamanan Lingkungan

“Ke depan struktur ekonomi Bontang harus lebih beragam dan tangguh menghadapi perubahan global. Infrastruktur logistik menjadi salah satu fondasi utamanya,” tegasnya.

Penyusunan dokumen Pra-FS ditargetkan selesai tepat waktu agar dapat segera dipresentasikan kepada calon investor.

“Kami ingin seluruh data yang ditawarkan kepada investor benar-benar akurat dan berbasis kajian ilmiah sehingga memberikan kepastian investasi,” pungkas Aspiannur.

Share This Article