Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kutim, Jadi Momen Eratkan Persatuan

selisik
2 Min Read

KUTIM – Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia setiap tanggal 1 Juni memperingati Hari Lahir Pancasila sesuai keputusan presiden nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

Di lingkungan Pemkab Kutai Timur (Kutim), upacara peringatan Hari Pancasila berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Kamis (01/06/2023).

Komandan Kodim 0909/KTM Letnan Kolonel (Inf) Adi Swastika bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir Sekretaris Daerah Rizal Hadi, Ketua DPRD Kutim Joni, staf ahli Bupati Kutim, unsur Forkopimda dan beberapa pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Kutim.

BACA JUGA:  Masuk Daerah Penyangga IKN, Kutim Mulai Kembangkan Bawang Merah

Usai kegiatan upacara, Dandim 0909/KTM Adi Swastika mengatakan pada hari lahir Pancasila sebagai momen yang tepat untuk memegang teguh nilai-nilai dari Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

“Kita tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, diatas kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan tertentu,” ucap Adi Swastika.

Dirinya mengungkapkan bahwa khususnya menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) dinamika semakin banyak dimasyarakat, apalagi semua pasti ada kepentingan konflik pada kelompok dan golongan tertentu dan semuanya itu untuk kemajuan pembangunan Kutim.

BACA JUGA:  Jawab Kritik Soal Intensitas Perjalanan Dinas dan Pekerjaan Fisik Rendah, Begini Penjelasan Wabup

“Diharapkan semua lapisan, mulai dari bawah, menengah dan atas sama-sama menjaga kesatuan dan persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kutim Rizali Jadi mengatakan upacara peringatan Hari lahir Pancasila merupakan seremonial rutin setiap tahun dilaksanakan.

“Dihari lahir Pancasila ini, kita tahu bahwa Pancasila ini adalah pemersatu dan landasan hidup kita berbangsa. Kita dengan berbagai macam suku, etnis dan agama ini dipersatukan,” ucap Rizali Hadi.

BACA JUGA:  Bunda Paud Ajak Tingkatkan Minat Baca Anak, Minta Tersedia Pojok Literasi di Tiap Desa

Menjelang pesta didemokstrasi di tahun 2024, menurutnya dengan adanya persaingan merupakan hal wajar.

“Kita harapkan situasi politik yang ada tidak membuat kita berbeda kemudian terpecah, tapi ini sebagai upaya kita sama-sama membangun daerah kita ini lebih baik,” pungkasnya.

Share This Article