BONTANG – Pemkot Bontang diminta menawarkan solusi konkrit untuk mengatasi sepinya pembeli di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) sejak gedung mulai dihuni 2020 lalu.
Hingga saat ini keluhan sepi pembeli masih disuarakan pedagang yang berada di dalam gedung. Sedangkan, aktivitas pedagang di luar gedung kian rame hingga memicu kecemburuan antara pedagang Pasar Tamrin dan emperan.
Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang mengatakan, keluhan sejak 3 tahun lalu tak berubah disuarakan pedagang. “Persoalan lama. Pemerintah seperti sudah kehabisan akal mencari solusi,” kata dia, Kamis (7/12/2023).
Sebab, program yang sempat digagas pemerintah berupa gerakan ASN belanja di pasar dengan tujuan meramaikan pasar, hanya bersifat seremonial saja dan tidak konsisten.
“Perlu solusi yang konsisten untuk komitmen membangun ekonomi pedagang,” tutur politisi NasDem ini.
Dikonfirmasi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (DKUKMP) Bontang Kamilan mengatakan, sepinya pembeli di Pasar Tamrin akibat tatanan gedung yang memiliki tiga lantai. Sehingga sulit dijangkau untuk pembeli.
“Penertiban pedagang yang berada di bahu jalan pun juga sudah kami lakukan, tetapi sulit untuk mengubah kebiasaan pedagang di situ dan solusi jangka pendek yang saat ini lakukan ialah dengan membangunkan dua lift pasar, ada eskalator juga namun tetap kurang maksimal,” jelasnya.
Kendati demikian, Kamilan berjanji untuk mencari inovasi lain agar Pasar Tamrin kembali ramai pembeli. Utamanya, dalam waktu dekat akan melakukan penataan ulang petak di pasar Tamrin.
“Selama saya menjabat di OPD ini, saya berjanji akan terus mengabdikan diri dengan segala cara untuk memajukan pasar di Bontang,” pungkasnya.
Secara umum, faktor utama yang menjadi pemicu sepinya pembeli di Pasar Tamrin, yaitu akses pasar yang sulit dan menjamurnya pedagang yang berjualan di luar gedung pasar.
Akses pasar yang sulit menjadi salah satu alasan utama pembeli memilih untuk berbelanja di pinggir jalan. Sebab, pembeli lebih memilih untuk berbelanja di tempat yang mudah dijangkau, seperti di pinggir jalan yang hanya berjarak beberapa meter dari Pasar Tamrin. (adv)

