Selisik.id – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) antusias mempromosikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan. Ambisi membangun IKN yang mahal tetap digaungkan meski kondisi ekonomi dunia sedang bergejolak.
Sayembara IKN pun digelar oleh kementerian. Anggaran miliaran rupiah digelontorkan oleh Kementerian PUPR di tengah pandemi COVID-19 untuk hadiah lomba konsep perancangan IKN.
Namun, media ekonomi Bloomberg mengungkap kabar kurang sedap terkait pembiayaan proyek ini. IKN Nusantara disebut masih kurang diminati investor.
Meski ada investor asing yang tertarik, mereka belum menandatangani perjanjian yang mengikat.
Bloomberg juga menyindir bagaimana brosur IKN Nusantara tampak menarik, tetapi pembiayaannya masih tidak jelas.
“Apa yang tidak mereka tunjukkan dengan jelas adalah di mana Indonesia akan menemukan US$ 34 miliar untuk membangun ibu kota baru dari awal,” tulis Bloomberg dalam artikel berjudul “Ambitious Plans to Build Indonesia a Brand New Capital City Are Falling Apart”, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (8/12/2022).
Hal lainnya yang disorot Bloomberg adalah periode Presiden Jokowi yang hanya tinggal 18 bulan saja. Setelah tiga tahun proyek IKN diumumkan, tak ada satu pun investor yang sepenuhnya berkomitmen untuk membiayai proyek ini.
Pada 2 Desember 2022, Presiden Jokowi berkata ada permintaan tinggi investasi di IKN, namun Bloomberg mencatat bahwa belum jelas apakah ada kontrak mengikat yang telah ditandatangani.
Sejumlah perusahaan dari China, Korea Selatan, Malaysia, dan Uni Emirat Arab baru menandatangani letter of intent.
Bloomberg juga menyorot masalah korupsi, kronisme, dan birokrat yang lambat di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi yang kurang kuat dibanding Vietnam dan Filipina.

