BACA JUGA:  Terlilit Utang, IRT di Bontang Nekat Edarkan Sabu

Loktuan Ditetapkan Jadi Kampung Bersinar

Bontang – Kelurahan Loktuan ditetapkan menjadi Kampung Bersinar (Bersih Narkoba). Penetapan itu imbas dari tingginya kasus narkoba di kelurahan tersebut.

Dari data yang dihimpun, pada 2022 untuk kawasan Kecamatan Bontang Utara, Kelurahan Loktuan peringkat pertama sebanyak 15 kasus. Disusul Kelurahan Api-api enam kasus, dan masing-masing dua kasus di Kelurahan Guntung, Gunung Elai dan Bontang Baru. Sementara Kelurahan Bontang Kuala nol kasus.

Kemudian di wilayah Kecamatan Bontang Selatan, Kelurahan Tanjung Laut indah menjadi peringkat teratas dengan 11 kasus. Kelurahan Tanjung Laut delapan kasus, Kelurahan Berebas Tengah lima kasus, Kelurahan Berbas Pantai empat kasus dan Bontang Lestari dua kasus. Serta Kelurahan Satimpo nol kasus.

BACA JUGA:  Wali Kota Basri Minta Penyelenggaraan Trantibum Linmas Terdata Secara Digital

Lalu Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Belimbing dan Gunung Telihan enam kasus dan Kelurahan Kanaan satu kasus.

Wali Kota Bontang Basri Rase, untuk bisa menekan kasus narkoba di Bontang diperlukannya kolaborasi. Antara Pemkot, kepolisian dan BNNK. Sehingga bisa mengurangi korban penyalahgunaan narkoba.

“Peran warga juga diperlukan di sini untuk saling membantu,” bebernya, Jumat (18/8/2023).

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan dipilihnya Loktuan pertama kali sesuai dengan surat keputusan Wali Kota Bontang.

BACA JUGA:  Wawali Najirah Apresiasi Partisipasi ASN Bontang di Ajang Pornas Korpri 2023

Hal ini dilandasi  dari tahun 2022-2023. Hasil tangkapan, baik untuk pengguna maupun pengedar masih terbilang tinggi.

Kapolres Bontang memastikan hal serupa juga bakal berlaku di kelurahan lain ke depannya.

“Itu salah satu melatar belakangi kenapa di sini jadi Kampung Bersinar,” kata dia.

Kata dia, Satgas Anti Narkoba melibatkan para tokoh masyarakat di Kelurahan Loktuan. Dengan tujuan agar warga tidak lagi takut melapor. Apabila mengetahui mengetahui ada peredaran narkoba.

BACA JUGA:  Terlilit Utang, IRT di Bontang Nekat Edarkan Sabu

Diakuinya, sampai sekarang masih banyak warga yang takut melapor ke polisi. Jika ada sanak saudaranya menjadi korban atau pengguna narkoba.

Apabila ada warga yang melaporkan keluarganya yang menjadi pengguna, ke pihak kepolisian. Maka korban penyalahgunaan narkoba bakal direhabilitasi. Tanpa proses hukum sesuai ketentuan yang ada. Tapi hal itu tidak berlaku bagi bandar dan jaringannya.

“Padahal kami sudah komitmen agar warga proaktif untuk melapor. Agar bisa dibantu dengan cara rehabilitasi. Karena mereka korban. Sebelum polisi yang menangkap, maka akan proses hukum,” tandasnya.

You might also like

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 107