Kasus DBD Meningkat, Anggota DPRD Kaltim Imbau Pemerintah dan Masyarakat Bersinergi

Samarinda – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin meningkat. Per 28 September tercatat ada sebanyak 3.422 kasus yang tersebar di Kabupaten/Kota se-Kaltim.

Tingginya penyebaran kasus DBD ini pun mendapatkan sorotan dari Anggota DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis.

Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Kaltim ini mengungkapkan, perlu ada atensi dari Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk mengatasi permasalahan ini.

Dia mencontohkan, seperti di Samarinda dan Balikpapan di mana puskesmas langsung turun untuk melakukan pengasapan ke wilayah-wilayah yang terkena pandemik. Namun, selain kerja dari pemerintah, dirinya juga mengingatkan agar masyarakat ikut serta menekan kasus DBD dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

“Intinya butuh kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah harus sigap dan masyarakat juga harus tetap jaga kebersihan,” ucap Ketua Fraksi PDI-Perjuangan ini.

BACA JUGA:  SK Mendagri Terbit, Hasanuddin Mas'ud Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kaltim

“Kalau di kamar mandi enggak boleh ada jentik-jentik. Di kebun atau segala macam, sampah harus dikubur, sampah basah apalagi. intinya kan jentik jangan sampai berkembang, jadi harus saling menjaga,” sambungnya.

Dirinya juga mengimbau untuk menghindari demam berdarah masyarakat harus menjaga diri, yang artinya menjaga kebersihan rumah sendiri. Tetapi, dirinya juga mengajak warga untuk saling mengingatkan satu sama lain.

“Jadi di mulai dari diri kita sendiri dulu dan tetangga saling mengingatkan. Mudah-mudahan bisa segera menurun, yang sakit bisa segera lekas sembuh,” harapnya. (mw/ADV/DPRD KALTIM)

%d blogger menyukai ini: