Karang Jinawi Dilanda Banjir, Warga Berjibaku Selamatkan Harta Benda,BPBD Terjunkan Tim Bantuan

selisik
2 Min Read

PENAJAM – Diguyur hujan deras selama berjam-jam, Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dilanda banjir cukup parah pada Rabu (9/4/2025) dini hari. Sekitar 60 persen wilayah desa tergenang air akibat luapan Sungai Miyango.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mencatat delapan RT terdampak banjir. Sebanyak 139 rumah tergenang dan 395 jiwa mengalami dampaknya, mulai dari kerusakan barang hingga terpaksa mengungsi sementara.

“Hujan mulai turun sekitar pukul 10 malam dan tidak berhenti hingga dini hari. Sungai Miyango tidak bisa menampung debit air dan akhirnya meluap,” ungkap Kepala BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro.

BACA JUGA:  Pemkab PPU Awasi Penjualan Hewan Kurban, Fokus ke Kesehatan Ternak

{{2}}

Tim gabungan dari BPBD, relawan desa, dan aparat setempat segera dikerahkan setelah laporan diterima pada pukul 06.42 WITA. Mereka bergerak cepat untuk melakukan evakuasi, membantu warga yang terjebak, serta menyalurkan logistik darurat.

“Kami mendahulukan keluarga yang rumahnya berada paling dekat dengan aliran sungai karena paling rawan,” lanjut Kuncoro.

Meski air sudah mulai surut dari permukiman warga, jalan utama menuju desa masih belum sepenuhnya bisa dilalui akibat genangan yang cukup tinggi. Beberapa kendaraan warga bahkan masih tertahan karena mesin rusak akibat banjir.

BACA JUGA:  Pemkab PPU Bersama Polres Adakan Panen Raya Jagung untuk Peningkatan Ketahanan Pangan

Sementara itu, sejumlah warga mengaku kaget karena banjir datang tiba-tiba dan cukup cepat merendam lantai rumah. “Kami baru sadar saat air sudah masuk rumah. Barang-barang kami buru-buru dinaikkan ke atas lemari,” ujar Suryani, salah satu warga yang terdampak.

BPBD PPU juga menyiagakan posko pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas jika situasi kembali memburuk.

BACA JUGA:  Distan PPU Percepat Tanam, Targetkan 7.508 Hektare Sawah Produktif

“Kami tetap pantau perkembangan di lapangan. Jika dibutuhkan, akan ditambah personel serta logistik tambahan untuk membantu warga,” pungkas Kuncoro. (Adv)

Share This Article