BALIKPAPAN – Pemerintah pusat terus mendorong Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lumbung pangan nasional. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Makodam VI/Mulawarman, Kamis (8/5/2025), Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa modernisasi pertanian harus segera diakselerasi untuk mendorong kemandirian pangan.
“Kalau Kaltim dikelola dengan serius, bukan hanya bisa swasembada, tapi bisa ekspor. Kita akan dukung penuh dengan peralatan dan teknologi pertanian modern,” kata Amran.
Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan sektor pertanian saat ini merupakan yang tertinggi, dengan peningkatan produksi padi hingga 51,45 persen dan jagung sebesar 39,02 persen. Salah satu kunci keberhasilan, menurutnya, adalah keterlibatan anak muda lewat program Brigade Pangan.
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) disebut sebagai wilayah yang siap menjadi contoh keberhasilan program ini. Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan bahwa wilayahnya telah menyiapkan lahan pertanian yang luas, serta memiliki sumber daya manusia yang siap bekerja sama dengan pemerintah pusat.
“Dari sisi kesiapan, PPU sangat mendukung program ini. Kami memiliki lahan dan tenaga kerja, tinggal infrastruktur dan sarana produksi yang diperkuat,” jelas Mudyat.
Ia kembali menegaskan pentingnya pembangunan Bendung Gerak Telake sebagai penopang utama sistem irigasi yang dapat mengoptimalkan hasil pertanian di PPU.
Dukungan penuh dari pemerintah pusat dan komitmen daerah seperti PPU diharapkan mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional. (Adv)

