Hilang Seharian, Kakek di Sepaku Ditemukan Tewas dengan Luka Misterius Diduga Serangan Buaya

selisik
2 Min Read

PPU – Operasi pencarian terhadap Jikram (65), warga RT 03 Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajem Pase Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/4/2025), resmi ditutup pada Minggu (5/4/2026) pagi.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka, diduga akibat serangan binatang buas. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila, melaporkan bahwa jenazah korban ditemukan terapung oleh warga sekitar pukul 08.45 Wita.

BACA JUGA:  Pekerja yang Tersesat 9 Hari di Hutan Loa Kulu Kukar Akhirnya Ditemukan

Titik penemuan berada sekitar 150 meter dari lokasi awal hilangnya korban di area perkebunan karet RT 01 Kelurahan Sepaku. “Secara visual, kondisi jenazah menunjukkan adanya luka pada bagian leher serta pergelangan tangan kanan. Diduga kuat merupakan bekas terkaman buaya saat korban sedang mengambil air di pinggir sungai dekat kebunnya,” ujar Nurlaila, Minggu.

Kronologi kejadian bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 Wita, saat korban berangkat dari rumah untuk menyadap karet. Keluarga mulai khawatir karena hingga pukul 10.00 Wita korban belum kembali. Dalam pencarian awal oleh warga, ditemukan barang-barang milik korban berupa ponsel, rokok, dan topi di pondok peristirahatan kebun, namun korban tidak berada di tempat.

BACA JUGA:  BKSDA Kaltim Tak Akan Evakuasi Buaya yang Antar Jasad Balita Tenggelam ke Keluarga

Upaya pencarian skala besar kemudian melibatkan tim gabungan dari BPBD, DPKP Pos Sepaku, Basarnas, Polsek Sepaku, pihak kecamatan/kelurahan, serta warga setempat. “Setelah penyisiran di darat dan sungai dilakukan hingga Minggu pagi, jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka,”sebut Nurlaila.

Dengan ditemukannya korban, tim gabungan secara resmi menyatakan operasi pencarian dihentikan. BPBD mengimbau warga yang beraktivitas di sekitar pinggiran sungai untuk senantiasa waspada terhadap potensi ancaman binatang buas di kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Takut Dijadikan Senjata "Teroris", Israel Bantai Ratusan Buaya

(Kompas.com)

Share This Article