Gubernur Kaltim Desak Pengerukan Sungai Mahakam Antisipasi Banjir

selisik
2 Min Read

Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan perlunya segera dilakukan pengerukan Sungai Mahakam sebagai langkah strategis mengatasi banjir di Samarinda dan wilayah sekitarnya. Hal itu disampaikan Rudy usai pertemuan dengan Kementerian Perhubungan, baru-baru ini.

Menurutnya, pendangkalan sungai atau shallow water level (SWL) di muara menjadi penyebab utama lambatnya aliran air saat hujan deras maupun pasang naik.

“Hari ini SWL di muara kedalamannya tidak sampai empat meter, tepatnya hanya sekitar 3,8 meter. Karena itu, meski tidak hujan, saat air pasang kita tetap kebanjiran,” ujar Rudy disela kegiatan Gebyar Anugerah Literasi 2025 di Olah Bebaya Kantor Gubernur, Senin (27/10/2025).

BACA JUGA:  Minta Turap Jebol di Bontang Permai Diperbaiki, Wali Kota Neni: Pakai DTT

Gubernur mengatakan, pertemuan antara air pasang dan curah hujan tinggi membuat air sulit surut. Sedimentasi yang menumpuk dari hulu hingga muara menyebabkan Sungai Mahakam dangkal dan tidak lagi mampu menampung debit air besar.

“Sungai Mahakam hampir 20 tahun tidak pernah dikeruk. Padahal sedimentasi terjadi terus menerus,” katanya dilansir RRI.co.id.

Rudy juga menyoroti perbandingan kondisi sungai di Kalimantan Selatan yang kini bisa dilalui kapal besar berukuran 400 feet, sementara di Kaltim hanya maksimal 330 feet.

BACA JUGA:  Musrenbang Bontang Barat Rangkum 22 Program Pembangunan, Rata-Rata Proyek Penanggulangan Banjir

“Di Kalsel bisa dilewati tongkang 400 feet dengan kapasitas 16.000 ton. Di sini hanya 10.000 ton karena dangkal,” ucapnya.

Menurut Gubernur, koordinasi dengan Kementerian Perhubungan menjadi penting untuk mencari solusi bersama. Ia menilai pemerintah pusat kesulitan melaksanakan program pengerukan karena keterbatasan anggaran di berbagai kementerian.

“Kita perlu mencari skema kerja sama, apakah pusat menggandeng pihak ketiga atau memberi kewenangan kepada provinsi,” katanya.

Rudy mas’ud menilai Wali Kota Samarinda telah berupaya memperbaiki sistem drainase dan membangun terowongan air. Namun, langkah itu belum cukup tanpa normalisasi sungai.

BACA JUGA:  Pemprov Kaltim Siapkan Rp4 Miliar Cegah Banjir Rob di Bontang

“Samarinda sudah bagus membangun jalur-jalur air, tapi kalau air sungai tinggi, air tidak bisa mengalir keluar,” ucapnya.

Gubernur menegaskan, jika pengerukan tidak segera dilakukan, banjir di Kalimantan Timur akan semakin parah. “Bayangkan, dari Mahakam Ulu sampai Bontang dan Kutim bisa terdampak. Kalau muara tidak dikeruk, banjir itu akan semakin dalam,” kata Rudy, mengakhiri.

Share This Article