DPRD Kutim Ungkap Dua Proyek MYC Terancam Gagal

selisik
1 Min Read

Kutim – Ketua Komisi B DPRD Kutim, Hepnie Armansyah mengungkapkan jika proyek Pasar Modern bekas Lapangan Garuda Sangatta Selatan serta Mesjid At-taubah, yang sejatinya masuk proyek prioritas di awal tahun 2023, kini terancam gagal pengerjaannya.

“Pasar dan mesjid memang tidak ada progres sama sekali, tidak akan mungkin bisa berjalan kalau begitu keadaannya,” ujarnya, Sabtu (1/6/2024).

BACA JUGA:  Dewan Kutim Minta Delapan Kepala OPD yang Baru Dilantik Kerja Maksimal

Lebih lanjut Hepnie juga mengaku, di hari-hari tertentu sering meninjau kondisi pembangunan kedua proyek multi years contract (MYC) itu. Namun, hasilnya tidak ada kemajuan yang signifikan dalam proses pembangunannya.

“Hampir setiap hari Minggu saya ke sana dan memang tidak ada progres sama sekali,” katanya.

Menurut Hepnie, Pasar Modern bekas Lapangan Garuda di Sangatta Selatan serta Mesjid At-taubah, tidak akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena tidak ada progres sama sekali dan itu sudah berlangsung sejak 2023 lalu.

BACA JUGA:  Local Market Disebut Jadi Wadah Kreativitas Pemuda Kutai Timur

“Itu kan sudah lama sekali tidak berjalan, jadi skemanya harusnya sudah menjadi Silpa karena itu sudah di tahun berjalan sehingga tidak bisa dianggarkan lagi,” pungkasnya. (Adv)

TAGGED:
Share This Article