Dispusip PPU: Literasi Anak Muda Perlu Dukungan Lingkungan Sejak Dini

selisik
2 Min Read

PENAJAM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti penurunan literasi di kalangan generasi muda sebagai tantangan serius yang perlu segera ditangani. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dispusip PPU, Muhammad Yusuf Basra, yang menilai bahwa era digital telah menggeser kebiasaan membaca buku menjadi konsumsi konten instan.

“Anak-anak sekarang memang membaca, tapi sebagian besar hanya tertarik pada konten hiburan yang viral, bukan bacaan yang mendalam dan edukatif,” jelasnya pada Jumat (4/4/2025).

BACA JUGA:  Gandeng Lintas Sektor, Distan PPU Dorong Pertanian Berkelanjutan

Menurut Yusuf, menurunnya minat baca bukan hanya berdampak pada kualitas pendidikan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara luas. Ia menyebutkan bahwa kemampuan literasi yang rendah bisa menghambat seseorang dalam memahami informasi penting, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan.

Untuk itu, Yusuf mengajak lingkungan terdekat seperti keluarga dan sekolah untuk berperan aktif menciptakan kebiasaan literasi. Selain itu, ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi juga harus diarahkan pada hal-hal yang mendukung pengembangan kreativitas dan literasi anak-anak.

BACA JUGA:  Petani di Babulu Segera Terima Pupuk Subsidi, Tiga Desa Jadi Sasaran Utama

“Melalui program perpustakaan, kami coba fasilitasi mereka untuk menulis, menggambar, bahkan membuat animasi. Tujuannya agar gawai tidak hanya menjadi media konsumsi, tetapi juga produksi konten bermanfaat,” ujarnya.

Yusuf berharap dengan keterlibatan semua pihak, literasi anak muda di PPU bisa kembali meningkat dan menjadi bagian dari gaya hidup positif mereka. (Adv)

Share This Article