BONTANG – Disdikbud Kota Bontang menyiapkan aplikasi SIPOPI CANTIK sebagai instrumen untuk menata kebutuhan guru di setiap sekolah. Sistem tersebut akan menghitung kebutuhan tenaga pendidik berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK) sekaligus mendukung penyaluran insentif bagi guru swasta.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Kisto, mengatakan aplikasi itu masih dalam tahap penyempurnaan. Nantinya, data yang tersedia dapat digunakan untuk melihat kebutuhan guru secara lebih sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.
“Dari pemetaan ini kami bisa mengetahui kebutuhan guru di setiap sekolah berdasarkan Analisis Beban Kerja. Jadi terlihat berapa jumlah guru yang memang dibutuhkan,” ujar Kisto.
SIPOPI CANTIK juga dirancang untuk membantu proses verifikasi penerima insentif guru swasta. Data kebutuhan dan kehadiran guru akan terintegrasi sehingga proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dilakukan melalui sistem.
Menurut Kisto, aplikasi akan melakukan penyaringan berdasarkan kebutuhan sekolah. Jika jumlah guru yang diajukan melebihi kebutuhan pada mata pelajaran tertentu, sistem akan menyesuaikannya dengan hasil pemetaan.
“Misalnya kebutuhan guru IPA hanya tiga orang, sementara pengajuannya lebih dari itu. Sistem akan menyesuaikan berdasarkan kebutuhan yang sudah dipetakan,” jelasnya.
Pengembangan aplikasi masih berjalan sambil menunggu penyesuaian dengan regulasi pendidikan yang akan dituangkan dalam Perda Penyelenggaraan Pendidikan. Disdikbud menargetkan SIPOPI CANTIK dapat digunakan setelah regulasi tersebut ditetapkan.
“Kalau aplikasinya sudah sempurna, harapannya bisa diluncurkan bersamaan dengan penetapan perda baru,” katanya.
Selain melalui aplikasi, pemetaan juga dilakukan terhadap kompetensi tenaga pendidik. Disdikbud melaksanakan uji kompetensi bagi guru jenjang TK, SD, hingga SMP. Hasilnya akan menjadi bahan untuk menentukan program peningkatan kompetensi guru di Bontang.

