Bontang – Mencegah angka stunting di Bontang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan tim tingkat kota masif berikan sosialisasi kepada masyarakat.
Konsennya berada di area pesisir dengan tingkat stunting yang cukup tinggi. Data terkini angka stunting mencapai 20,21 persen.
Kepala DPPKB Bontang Bahauddin mengatakan, pencegahan stunting dapat dilakukan saat anak masih berada dalam kandungan.
Peran serta ibu hamil juga diminta terus mengecek kondisi secara berkala. Kemudian, pemberian nutrisi yang cukup terhadap anak saat masih dalam kandungan.
Ada juga, melihat ukuran bayi saat lahir. Aktif mendatangi posyandu dan pencegahan lainnya.
“Harus bisa kita tekan angka stunting ini. Kita sangat konsen menurunkannya. Makanya sosialisasi juga masif dilakukan,” kata Bahauddin, Rabu (14/9/2022).
Kata Bahauddin, di Bontang sendiri keterlibatan perusaahan dinilai responsif. Seperti melakukan cek kesehatan berkala, pemberian nutrisi yang cukup, hingga pendampingan anak.
Dengan begitu, dirinya optimis bisa mencapai target nasional di 2024 angka stunting hanya tersisa 14 persen.
“Alhamdulillah keterlibatan perusahaan aktif. Kami juga optimis menekan angka stunting,” pungkasnya.

