Bontang Siap Wujudkan Kota Tanpa Kabel Udara, Berbas Pantai–Berbas Tengah Jadi Pilot Project

selisik
3 Min Read

Bontang – Pemerintah Kota Bontang bersiap merealisasikan konsep kota tanpa kabel udara sebagai bagian dari upaya penataan estetika dan kerapian tata kota. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh kepala daerah menertibkan spanduk dan kabel listrik semrawut karena dinilai mengganggu keindahan kota.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan bahwa penertiban spanduk di Bontang sejauh ini telah banyak dilakukan. Sementara untuk kabel listrik yang masih berseliweran di udara, Pemkot Bontang akan menatanya secara bertahap melalui program penanaman kabel atau ducting.

“Pelan-pelan kita lakukan. Contoh awalnya, ducting sudah diterapkan di pedestrian depan Rudal. Penambahan pedestrian tahun ini di Jalan Pattimura juga akan menggunakan konsep yang sama,” ujar Neni, Rabu (3/2/2026).

Sebagai langkah awal, Pemkot Bontang menetapkan Kelurahan Berbas Pantai dan Berbas Tengah sebagai proyek percontohan (pilot project) pembangunan jaringan kabel bawah tanah. Kedua wilayah tersebut dipilih karena dinilai tidak rawan banjir sehingga lebih memungkinkan untuk penerapan infrastruktur bawah tanah.

“Tahun ini kami mulai dengan koordinasi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan penyusunan kajian dan dokumen perencanaan,” jelasnya.

Selain dua kelurahan tersebut, Kelurahan Loktuan juga masuk dalam daftar wilayah yang dinilai potensial untuk penataan kabel listrik ke depan. Namun, Neni menegaskan bahwa faktor biaya menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan program ini.

“Utamanya memang soal biaya. Nanti kita akan bekerja sama dengan PLN untuk menentukan wilayah yang tidak terlalu padat dan memungkinkan dilakukan penanaman kabel,” pungkasnya.

Menurut Neni, konsep jaringan kabel bawah tanah sebenarnya telah diterapkan pada beberapa fasilitas publik di Kota Bontang. Salah satunya di sepanjang Jalan MT Haryono, di mana instalasi listrik untuk tiang lampu trotoar sudah ditanam di bawah tanah sehingga tidak terlihat kabel membentang di udara.

“Coba lihat di MT Haryono, trotoarnya bersih tanpa kabel karena sudah kami tanam,” tambahnya.

Terkait rencana tersebut, PLN Bontang menyatakan siap mendukung sepanjang perencanaan yang disusun Pemkot Bontang matang dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Manager ULP PLN Bontang, Robertus Richard Laksana Lamania, mengakui bahwa pembangunan jaringan kabel bawah tanah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selama ini, jaringan kabel udara dinilai lebih efisien dan memudahkan perawatan, termasuk akses ke trafo tanpa harus melakukan penggalian.

“Selama keinginan Pemkot Bontang matang dan sesuai regulasi, kami akan mendukung. Namun untuk sementara, jaringan kabel di udara masih lebih efisien dan mudah dalam perawatan,” ujar Robertus.

Meski demikian, ia sepakat bahwa penerapan jaringan kabel bawah tanah dapat memberikan dampak positif terhadap wajah kota karena tidak lagi menampilkan kabel yang semrawut di udara.

Share This Article