Berau – Peristiwa tragis terjadi di , Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Minggu (5/4/2026) sore. Seorang bocah laki-laki asal Bulungan, Kalimantan Utara bernama Rahmat (9) dilaporkan hilang setelah terseret arus laut saat berenang bersama teman-temannya.
Insiden bermula sekitar pukul 14.30 Wita saat korban bersama keluarga datang ke lokasi wisata tersebut untuk berlibur sekaligus mencari tudai. Ketika keluarga masih menyiapkan tempat istirahat, korban bersama beberapa rekannya berlari ke arah laut dan mulai bermain air.
Saat itu kondisi air laut sedang surut, sehingga anak-anak dapat berjalan cukup jauh dari bibir pantai, diperkirakan hingga 100 meter. Namun situasi berubah cepat ketika air mulai pasang. Tanpa disadari, korban bersama seorang rekannya terseret arus.
Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban sempat diperingatkan oleh rekannya.
“Korban sempat diingatkan agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut, namun mengaku bisa berenang. Tidak lama kemudian korban tenggelam,” ujarnya.
Warga dan keluarga korban yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan setelah mendengar teriakan saksi. Salah satu anak berhasil diselamatkan, namun Rahmat tidak berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang.
Pihak kepolisian dari Polsek Pulau Derawan segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas juga berkoordinasi dengan warga untuk melakukan pencarian.
“Pencarian dihentikan sementara malam hari karena kondisi gelap dan arus laut, lalu dilanjutkan pagi saat air surut agar lebih efektif,” kata Iwan.
Pada Senin (6/4/2026), upaya pencarian kembali dilanjutkan dan diperkuat oleh berbagai unsur. Tim gabungan yang terlibat antara lain BPBD, PMI, Basarnas, TNI-Polri, Polairud, Angkatan Laut, hingga relawan dan masyarakat setempat.
Hingga kini, seluruh tim masih terfokus melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat, dengan harapan korban segera ditemukan.

