Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

selisik
3 Min Read

Samarinda – Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun berinisial Gi ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari kedua operasi pencarian, Minggu (15/3/2026) malam.

Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Sabtu (14/3/2026) sore di kawasan Jalan Untung Suropati. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sebelum kejadian korban diketahui berenang di Sungai Mahakam bersama seorang temannya.

Saat berada di tengah sungai, korban diduga tiba-tiba tenggelam dan tidak lagi terlihat di permukaan air. Teman korban tidak langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar, melainkan pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

Setelah keluarga mengetahui peristiwa itu, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran untuk dilakukan pencarian.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai penemuan korban pada Minggu malam sekitar pukul 22.15 Wita.

“Kami menerima informasi dari masyarakat terdapat penemuan korban yang kita cari sejak hari pertama. Hari ini memasuki hari kedua pencarian,” ujar Aries Setiawan kepada awak media.

Tim Rescue Pos SAR Samarinda bersama unsur SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

“Tim Rescue Pos SAR Samarinda bersama unsur SAR gabungan menerima informasi adanya penemuan korban di sekitar area pencarian. Tim kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi,” katanya.

Sekitar pukul 22.35 Wita, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia.

“Pada pukul 22.35 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban atas nama Gi dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 0°30’02.0″S 117°07’57.0″E atau sekitar 4,2 kilometer dari lokasi kejadian awal,” jelas Aries.

Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di perairan Sungai Mahakam dengan jarak sekitar 4,1 kilometer dari lokasi kejadian perkara. Lokasi penemuan berada di kawasan Teras Samarinda, Jalan RE Martadinata.

Aries menjelaskan selama proses pencarian, tim SAR gabungan sempat menghadapi kendala arus sungai yang cukup kuat.

“Untuk kendala selama pencarian, kami terkendala dengan arus sungai,” ujarnya.

Pada hari pertama, tim SAR melakukan pencarian menggunakan metode visual atau penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan penyisiran di permukaan air hingga korban akhirnya ditemukan.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga atas permintaan keluarga.

Aries turut mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di sekitar perairan.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga Samarinda, khususnya para orang tua, agar mengedukasi putra-putrinya mengenai bahaya bermain di perairan. Perairan bukan habitat manusia sehingga perlu kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Share This Article