Balikpapan – Setelah pada Selasa (18/10), Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh memberi angin segar bahwa kontingen Balikpapan tetap bisa berlaga pada Porprov Berau. Namun, hal tersebut ternyata belum bagi Pemerintah Kota Balikpapan.
Menurut Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, pihaknya masih menunggu balasan dari PB Porprov soal permintaan penundaan pelaksanaan porprov.
“Akan kami bahas dulu. Sepanjang permintaan penundaan belum dijawab oleh PB Porprov, maka belum ada garansi bagi kontingen Balikpapan untuk ambil bagian pada Porprov Berau mendatang,” kata Rahmad Mas’ud.
Ditanya soal opsi pemangkasan anggaran untuk keperluan keberangkatan kontingen Balikpapan, Rahmad memilih berhati-hati dan tak ingin gegabah. Mengingat, ada regulasi yang harus dilalui.
“Karena kami tidak mau terjebak, ini kan menyangkut uang negara. Kami tidak mau terulang lagi. Hanya permasalahan uang hibah OPD, kami diperiksa dan justru berimplikasi pada masalah hukum. Jadi, kami harus berhati-hati karena ini uang negara,” tandasnya.
Dia menambahkan, permintaan penundaan ini bukan untuk menghalangi atlet turun berlaga. Ini semata-mata agar persiapan bisa dilakukan lebih matang.
Tak berbeda jauh, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Istri Ratih Kusuma, juga menyebut, pihaknya masih menunggu surat dari PB Porprov Berau.
“Kami ikuti sesuai arahan Pak Wali Kota. Intinya, masih menunggu surat balasan dari PB Porprov. Setelah itu kami akan melakukan langkah berikutnya,” sebutnya.
Ketika ada surat balasan, imbuhnya, maka akan kembali digelar rapat internal. Perihal mekanisme pencairan anggaran disebut tidak jauh berbeda dengan penggunaan APBD lainnya.
“Teknisnya begitu, jadi kami ikuti regulasinya seperti apa nanti keputusan lebih lanjut kita undang semuanya terkait proses penggunaan anggaran,” ucap Ratih.
Dia membenarkan, Rp16 miliar yang mana dianggarkan untuk keperluan porprov. Dana tersebut siap disalurkan ketika mekanisme sudah dilalui sesuai aturan.

