47 Orang Utan di Palangka Raya Terserang ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Sebanyak 47 orang utan di pusat rehabilitasi Yayasan BOS Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, teridentifikasi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gangguan kesehatan tersebut terjadi di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Koordinator Dokter Yayasan BOS Nyaru Menteng, drh Agus Fahroni, mengatakan kondisi puluhan orang utan tersebut masih relatif ringan. Tim medis terus melakukan penanganan dan pemantauan untuk mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi lebih serius.

“Sekitar 47 orang utan memang teridentifikasi mengalami ISPA. Namun sejauh ini kondisinya masih relatif ringan dan dapat ditangani oleh tim medis kami,” ujar Agus, Jumat (9/10/2026) dilansir detikKalimantan.

Paparan asap karhutla menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi sistem pernapasan orang utan. Risiko tersebut menjadi perhatian khusus bagi satwa yang masih menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya.

BACA JUGA:  47 Kasus Karhutla di Kaltim, 16 Orang Jadi Tersangka dan 2.264 Hektare Terdampak

Untuk menjaga kondisi kesehatan satwa, tim medis dan perawat meningkatkan pengawasan terhadap seluruh orang utan di kawasan rehabilitasi. Pemeriksaan dilakukan secara berkala guna mendeteksi perkembangan gejala dan memastikan kondisi mereka tetap stabil.

“Kabut asap tentu menjadi hal yang harus kami waspadai karena dapat berdampak terhadap sistem pernapasan orang utan. Karena itu, pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala,” katanya.

BACA JUGA:  Ribuan Hektare Lahan di Kaltim Terbakar Akibat Musim Kemarau

Penanganan terhadap orang utan yang mengalami ISPA dilakukan melalui pemberian herbal dan vitamin, disertai pemenuhan kebutuhan cairan. Tim perawat juga memastikan setiap orang utan memperoleh asupan air minum yang memadai selama kualitas udara belum membaik.

“Kebutuhan air minum harus benar-benar tercukupi karena sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mereka ketika terpapar asap dalam jangka waktu tertentu,” ungkapnya.

Meski 47 orang utan telah teridentifikasi mengalami ISPA, hingga kini belum ditemukan gejala berat yang membutuhkan penanganan khusus. Seluruh satwa terdampak masih berada dalam pengawasan dokter dan perawat Yayasan BOS Nyaru Menteng.

BACA JUGA:  Populasi Orang Utan di Kaltim Tumbuh 17 Persen

“Fokus kami sekarang adalah menjaga kondisi mereka tetap baik dan memastikan gangguan pernapasan yang muncul tidak berkembang menjadi lebih serius. Kami akan terus melakukan pemantauan sampai kualitas udara kembali membaik,” tegas Agus.

Kondisi ini menambah tantangan bagi upaya rehabilitasi orang utan di Kalimantan Tengah. Yayasan BOS Nyaru Menteng terus melakukan pemantauan dan perawatan medis terhadap satwa dalam pengasuhan mereka hingga kondisi udara kembali membaik.

Share This Article