PLN Ungkap Biang Kerok Pemadaman Listrik di Bontang: Empat Pembangkit Rusak Bersamaan

selisik
2 Min Read

Bontang – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kota Bontang, dipicu gangguan pada empat pembangkit yang mengalami kerusakan secara bersamaan pada September 2026.

PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) KaltimTara menyebut kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap pasokan daya pada sistem kelistrikan interkoneksi Kaltim. Bontang menjadi salah satu daerah yang terdampak karena masuk dalam jaringan interkoneksi tersebut.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID KaltimTara, Muchamad Meiryandi, mengatakan empat pembangkit yang mengalami gangguan berada di sejumlah wilayah di Kalimantan.

BACA JUGA:  PLN Minta Warga Bontang Bersiap, 42 Titik Alami Pemadaman Siang Ini

Keempat pembangkit tersebut yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.

“Seluruh Kaltim terkena dampak. Kami berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem,” ujar Meiryandi dalam keterangan resminya.

Saat ini, proses perbaikan terhadap pembangkit yang mengalami gangguan masih berlangsung. PLN menargetkan proses pemulihan dapat rampung pada akhir September 2026.

BACA JUGA:  Pemulihan Listrik Kalimantan Ditarget Tuntas 12 Juli

Dengan target tersebut, pemadaman bergilir masih berpotensi dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah selama proses pemulihan berlangsung.

Selain memperbaiki pembangkit yang mengalami gangguan, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan pasokan melalui sejumlah pembangkit sewa.

Tambahan daya yang dipersiapkan antara lain Pembangkit Batulicin dengan kapasitas 10 MW, pembangkit sewa tahap pertama sebesar 158 MW, serta pembangkit sewa tahap kedua sebesar 120 MW.

“Seluruh proses pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit,” sambung Meiryandi.

BACA JUGA:  Korupsi Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout di Sejumlah Wilayah, Kerugian Negara Tembus Rp5 Triliun

PLN menyatakan proses pemulihan terus dilakukan untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir yang terjadi.

“Kami mohon maaf dan pelanggan bisa bersabar karena tim tengah bekerja,” tutup Meiryandi.

Share This Article